Sirsak untuk Mengatasi Kanker?

Oleh : dr. Angela Fovina
Share

Sirsak tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Buah sirsak dapat disajikan dalam bentuk sirop, permen, jus, es krim, dan lain sebagainya. Beberapa penelitian menyatakan bahwa sirsak memiliki fungsi untuk mengobati kanker, kejang, dan nyeri sendi. Selain itu, buah ini juga dipercaya memiliki efek antiparasit, antimalaria, antidiabetes, serta memberikan perlindungan pada hati.

 

Gambar 1. Buah sirsak

 

Sirsak mengandung annonaceous acetogenins yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker tanpa mengganggu sel sehat dalam tubuh. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa sirsak dapat mengurangi rasa nyeri dan peradangan, serta meningkatkan apoptosis (kematian sel yang terprogram) sel kanker.

  1.  Kanker payudara

Epidermal growth factor receptor (EGFR) merupakan gen yang ditemukan pada payudara. Pada kanker payudara, terjadi peningkatan kadar gen EGFR. Semakin tinggi jumlah EGFR, semakin ganas pula kanker payudara yang diderita. Penelitian menyatakan bahwa ekstrak sirsak dapat menekan kadar EGFR pada kanker payudara. Namun, ekstrak sirsak tidak memengaruhi jumlah EGFR pada payudara normal. Hal ini menunjukkan bahwa efek sirsak hanya khusus untuk sel kanker, bukan sel normal.

  1. Kanker usus besar

Daun sirsak dapat menghentikan siklus kehidupan sel kanker. Dalam penelitian, ekstrak daun sirsak dapat mengurangi efek samping kemoterapi pada penderita kanker usus besar. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan dosis dan keamanannya.

  1. Kanker pankreas

Ekstrak sirsak secara spesifik mampu menyebabkan kematian sel kanker pankreas, tanpa memengaruhi sel sehat lainnya dalam tubuh. Sebab, ekstrak sirsak dapat menurunkan produksi energi bagi sel kanker.

  1. Kanker paru

Penelitian di Jepang terhadap hewan menunjukkan bahwa acetogenin dapat menghambat pertumbuhan sel kanker paru. Namun, penelitian lain mengatakan bahwa sirsak dapat menimbulkan reaksi imunitas. Reaksi ini terjadi karena tubuh menganggap sel kanker paru yang telah mati adalah benda asing sehingga menyerangnya. Serangan dari sistem imun ini dapat merusak sel sehat lainnya di dalam tubuh. Reaksi imunitas ini dapat membahayakan penderita kanker paru.

Meskipun saat ini sudah dilakukan penelitian mengenai manfaat sirsak bagi kanker, sebagian besar penelitian dilakukan di laboratorium dan hewan. Hanya sedikit penelitian yang menggunakan manusia sebagai subjek penelitian. Oleh karena itu, masih diperlukan banyak penelitian pada manusia sebelum menyimpulkan bahwa sirsak dapat digunakan sebagai terapi kanker. Selain itu, perlu diteliti lebih lanjut mengenai dosis ekstrak sirsak yang diperlukan dan aman dikonsumsi.

 

Efek samping sirsak

Masih belum diketahui secara pasti mengenai cara kerja sirsak dalam tubuh manusia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat yang terkandung dalam sirsak dapat menyebabkan gangguan saraf dan pergerakan jika dikonsumsi terlalu banyak. Zat tersebut dapat masuk ke dalam otak dan menimbulkan gejala yang mirip dengan penyakit Parkinson. Sementara itu, penelitian lain menyatakan bahwa konsumsi sirsak berlebihan dapat menyebabkan halusinasi.

Beberapa pakar tidak menganjurkan pemakaian terapi herbal, termasuk sirsak selama menjalani kemoterapi. Sebab, beberapa jenis terapi herbal dapat mengurangi efek obat kemoterapi. Oleh karena itu, diharapkan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi terapi tambahan atau alternatif.