SAKIT KEPALA, PASTIKAH GEJALA KANKER OTAK?

Oleh : dr. Tan Fransisca Dian
Share

 

            Meningkatnya kejadian kanker belakangan ini membuat masyarakat semakin waspada terhadap penyakit ini. Media juga turut menyumbangkan peran dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker. Masyarakat menjadi lebih hati-hati, terutama jika muncul keluhan kesehatan yang berhubungan dengan gejala kanker. Hal ini memberi efek yang baik dari sisi medis, mengingat semakin dini kanker ditemukan maka semakin tinggi pula tingkat kesembuhannya. Namun, peningkatan kewaspadaan ini mencetuskan kecemasan berlebihan pada beberapa orang. Kecemasan ini sebenarnya dapat dihindari dengan meningkatkan pengetahuan mengenai gejala yang dialami.

            Salah satu gejala yang paling sering dan hampir pasti pernah dialami setiap orang adalah sakit kepala. Tak jarang, sakit kepala yang dialami begitu mengganggu hingga dianggap gejala kanker otak. Salah satu gejala kanker otak memang sakit kepala. Tetapi, tidak seluruh sakit kepala pasti merupakan gejala kanker otak. Ada berbagai macam jenis sakit kepala dengan penyebab yang berbeda-beda. Lalu, jenis sakit kepala seperti apakah yang patut dicurigai sebagai gejala kanker otak? Mari disimak!

 

Jenis-jenis sakit kepala

            Sakit kepala adalah rasa tidak nyaman atau nyeri pada daerah kepala atau wajah. Sakit kepala memiliki lokasi maupun intensitas nyeri yang bervariasi. Perlu diketahui bahwa otak merupakan organ yang tidak memiliki saraf untuk mengirimkan rasa nyeri. Sakit kepala sering kali timbul akibat rangsangan nyeri yang dikirimkan oleh jaringan di sekitar otak, seperti pembuluh darah, jaringan saraf di kulit kepala atau wajah, serta otot-otot di kepala, leher, dan bahu. Tak heran, bila sakit kepala dapat terjadi pada lokasi yang berbeda serta memiliki karakteristik nyeri berbeda pula.

            Sakit kepala secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Sakit kepala primer merupakan jenis yang paling sering dialami oleh semua orang. Sakit kepala ini bersifat berulang dan tidak disebabkan oleh kelainan struktur atau penyakit otak. Sakit kepala primer sering menyebabkan nyeri hebat, bahkan dapat mengganggu aktivitas. Tetapi, jenis sakit kepala ini tidak berbahaya atau mengancam jiwa.

Sakit kepala primer dapat dibagi menjadi beberapa jenis lagi. Jenis yang paling sering terjadi adalah migren (migraine) dan tension-type headache. Migren memiliki ciri khas berupa sakit kepala berdenyut pada satu sisi kepala saja. Sebelum terjadi migren, biasanya akan muncul tanda-tanda, misalnya gangguan penglihatan, gangguan berbicara, halusinasi, ataupun kelemahan otot. Tanda khas ini disebut aura dan memang tidak selalu dialami penderita migren. Sementara itu, tension-type headache ditandai dengan sakit seperti terikat kencang dan tidak berdenyut. Nyeri dirasakan di seluruh kepala, bahkan hingga ke otot-otot leher.

            Sebaliknya, sakit kepala sekunder disebabkan oleh penyakit di otak, misalnya infeksi, kelainan pembuluh darah, dan tumor. Sakit kepala tipe sekunder sering kali disertai gejala lainnya, sesuai dengan penyakit penyebabnya.

 

Apa itu tumor otak?

            Tumor adalah perkembangan jaringan yang berlebihan. Tumor dapat dibedakan menjadi dua, yaitu jinak dan ganas. Tumor jinak cenderung berkembang lambat dan tidak dapat menyebar ke organ lainnya. Tumor ini biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaan computed tomography scan (CT-scan) ataupun magnetic resonance imaging (MRI). Tumor ganas atau kanker biasanya berkembang lebih cepat dan memiliki kemampuan untuk menyebar ke organ lainnya.

Kanker otak dapat terjadi akibat dua hal, yaitu perkembangan tidak terkendali dari sel-sel otak itu sendiri (kanker primer) ataupun penyebaran kanker dari bagian tubuh lain ke otak (kanker sekunder). Kanker otak sekunder 10x lipat lebih sering terjadi dibandingkan kanker otak primer.

Dari seluruh jumlah kasus kanker baru pada tahun 2015, kanker otak ditemukan sekitar 1,4%. Kanker ini semakin sering ditemukan dalam tiga dekade terakhir, terutama pada orang tua. Pada tahun 2010, diperkirakan ada 22.020 kasus kanker otak primer di Amerika Serikat dan 13.140 di antaranya meninggal dunia. Hal ini menunjukkan bahwa kanker otak merupakan salah satu kanker yang mematikan, meskipun lebih jarang terjadi dibandingkan jenis kanker lainnya.

Gejala Kanker Otak

Gejala yang dapat dirasakan pasien kanker otak sangat bervariasi, tergantung bagian otak yang terkena kanker. Secara garis besar, otak terdiri otak besar, otak tengah, dan otak kecil. Ketiganya memiliki fungsi masing-masing yang berbeda. Oleh karena itu, gejala kanker otak yang muncul akan berbeda-beda pula antar penderita.

Kanker otak yang lokasinya dekat dengan pusat penglihatan dapat menimbulkan gejala berupa sakit kepala yang semakin lama semakin memberat. Selain itu, gejala lainnya adalah gangguan penglihatan yang juga semakin berat pula. Kanker pada lokasi yang lain dapat menimbulkan gangguan indra penciuman, kejang, atau bahkan perubahan perilaku.

Meskipun demikian, kanker otak yang pertumbuhannya cukup besar dapat menimbulkan gejala yang khas. Kanker berukuran besar akan mendesak struktur otak normal di sekitarnya dan meningkatkan tekanan di dalam kepala. Gejala yang muncul adalah sakit kepala yang sangat hebat dan muntah proyektil (muntah menyemprot akibat tekanan tinggi dan terjadi tiba-tiba tanpa diawali rasa mual sebelumnya). Tak jarang pasien menjadi tidak sadar dan jatuh dalam keadaan koma.

Penemuan kanker otak stadium dini tentunya lebih baik dibandingkan stadium lanjut. Oleh karena itu, perlu diketahui beberapa gejala penting untuk mencurigai kanker otak sedini mungkin.

Tanda dan gejala penting kanker otak

Kanker otak patut dicurigai jika sakit kepala yang dirasakan semakin memberat dan tidak membaik dengan pemberian obat anti sakit kepala. Selain itu, sakit kepala disertai gejala lainnya, seperti demam, perasaan mudah lelah, atau penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas. Kanker otak juga menimbulkan gejala lain yang berkaitan dengan gangguan saraf, seperti kebingungan, gangguan kesadaran (tidak sadar, bicara melantur, dan lain-lain), atau gangguan indra. Gangguan indra yang terjadi dapat berupa gangguan penglihatan, mulai dari pandangan kabur, terlihatnya bercak hitam yang menghalangi pandangan (skotoma), bahkan bisa saja dijumpai mata juling. Selain indra penglihatan, sistem indra lainnya dapat pula mengalami gangguan, tergantung lokasi kanker otak.

Sebagai kesimpulan, sakit kepala yang disertai dengan gejala gangguan saraf seperti yang sudah disebutkan di atas dapat menjadi pertanda adanya kanker otak. Meskipun demikian, angka kejadian kanker otak termasuk rendah. Oleh sebab itu, tidak perlu terlalu khawatir dengan gejala sakit kepala. Perlu diingat pula bahwa sakit kepala primer lebih sering terjadi dibandingkan sakit kepala sekunder. Bila sakit kepala yang dialami semakin bertambah berat serta mengganggu pekerjaan sehari-hari, sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter terdekat.