PERAN OPERASI DALAM MENGOBATI KANKER

Oleh : dr. Anita Tiffany
Share

Pendahuluan

Hingga saat ini, kanker menyebabkan kematian terbanyak setelah stroke dan penyakit jantung. Salah satu pertanyaan yang sering kali muncul adalah “Bagaimana cara mengobati kanker?” Pengobatan kanker yang tersedia saat ini bermacam-macam, termasuk operasi. Terdapat berbagai jenis operasi kanker, ada yang mengambil seluruh massa kanker, bahkan hingga kelenjar getah bening.

Tidak seluruh kanker selalu dioperasi. Pemilihan operasi tergantung dari beberapa faktor, di antaranya:

  • Jenis kanker
  • Ukuran kanker
  • Penyebaran kanker ke bagian tubuh lain
  • Letak kanker
  • Kondisi kesehatan pasien

 

Apabila kanker telah menyebar, biasanya tidak dilakukan operasi, melainkan diberikan pengobatan lain, seperti kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, dan lain-lain. Operasi juga tidak dipilih untuk jenis kanker tertentu, seperti limfoma. Lokasi kanker juga menentukan keputusan operasi. Misalnya lokasi kanker yang dekat dengan pembuluh darah akan meningkatkan risiko saat operasi sehingga tidak disarankan untuk dilakukan pembedahan.

 

Peran operasi terhadap kanker

Tindakan operasi pada kanker memiliki tujuan yang berbeda-beda, yaitu:

  • Diagnosis kanker

Untuk menentukan diagnosis kanker, dokter bedah akan mengambil sampel atau contoh jaringan kanker. Tindakan tersebut dikenal sebagai biopsi. Kemudian, sampel tersebut diperiksa dengan mikroskop untuk menentukan jenis atau sifat kanker.

  • Menyembuhkan kanker

Pada kanker yang belum menyebar ke organ lain, dapat dilakukan operasi untuk mengangkat seluruh massa kanker. Bahkan, kadang kelenjar getah bening di sekitar kanker juga turut diangkat. Operasi dilakukan sedini mungkin setelah kanker terdeteksi. Semakin dini kanker diketahui, semakin mudah untuk dioperasi. Jika belum menyebar, kanker yang dioperasi memiliki kemungkinan sembuh yang besar.

  • Rekonstruksi/memperbaiki bagian tubuh

Tujuan dari operasi ini adalah memperbaiki bagian tubuh yang rusak akibat kanker. Salah satu contohnya adalah operasi rekonstruksi pada pasien kanker payudara yang telah menjalani mastektomi (pengangkatan payudara).

  • Mencegah atau mengurangi risiko kanker

Pasien dengan kondisi tertentu, seperti wanita dengan risiko tinggi terkena kanker payudara, dapat menjalani operasi untuk mengangkat payudara. Sebelumnya, dokter akan berdiskusi dengan pasien terkait keputusan untuk melakukan operasi atau tidak.

  • Meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup

Pasien kanker dapat mengeluhkan nyeri akibat massa kanker yang menekan organ tubuh. Jika nyeri sangat hebat dan tidak bisa diobati dengan obat-obatan, dapat dilakukan operasi untuk meringankan rasa nyeri tersebut. Sebagai contoh, pada kanker usus dapat terjadi sumbatan akibat massa kanker. Operasi dilakukan untuk mengurangi sumbatan sehingga pasien tidak merasa nyeri dan dapat buang air besar dengan normal. Operasi berperan dalam mengatasi keluhan pasien serta dapat meningkatkan kualitas hidup.

  • Kombinasi dengan pengobatan kanker lainnya

Operasi bukan satu-satunya tata laksana untuk pasien kanker. Umumnya, dapat dikombinasikan dengan kemoterapi atau radioterapi yang sering digunakan sebelum tindakan operasi.

 

Persiapan sebelum operasi

Sebelum operasi, dokter akan menjelaskan tujuan, prosedur, risiko, dan komplikasi terkait operasi. Selain itu, pasien akan dikonsultasikan ke dokter spesialis anestesi untuk menentukan jenis pembiusan yang sesuai. Pasien juga akan menjalani pemeriksaan laboratorium. Persiapan lainnya yang dilakukan adalah puasa selama beberapa jam sebelum operasi.

Tindakan operasi memiliki risiko sebagai berikut:

  • Perdarahan dalam jumlah banyak (masif)
  • Nyeri
  • Infeksi
  • Kerusakan organ dalam tubuh
  • Terbentuk sumbatan darah blood cots
  • Gangguan saraf
  • Terbentuk bekas luka (scar)

 

Setelah menjalani operasi

Setelah operasi, pasien akan menjalani proses pemulihan dan mendapatkan pengawasan ketat. Beberapa hari setelah operasi, pasien biasanya merasakan nyeri. Oleh karena itu, sebaiknya obat yang diberikan harus diminum dengan rutin. Berikut adalah tips yang dapat dilakukan setelah operasi:

  • Istirahat yang cukup.
  • Konsumsi makanan dengan gizi seimbang.
  • Hindari kebiasaan merokok atau konsumsi minuman keras.
  • Rutin melakukan kontrol dan tidak segan menceritakan ke dokter mengenai keluhan yang dirasakan.