Kanker Tiroid

Oleh : dr. Melyda
Share

Apa itu kanker tiroid?

Kanker tiroid merupakan pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali pada kelenjar tiroid.

 

Kelenjar tiroid

Tiroid adalah sepasang kelenjar yang terletak di bawah jakun atau terletak di leher bagian bawah, berbentuk seperti kupu-kupu. Masing-masing bagian kelenjar tiroid ini disebut sebagai lobus dan keduanya dihubungkan oleh jembatan yang disebut sebagai isthmus. Biasanya kanker hanya ditemukan pada salah satu lobus saja, tetapi dapat berkembang di kedua lobus pada kanker tiroid tipe meduler. Tiroid berperan penting dalam produksi dan pengaturan hormon, serta fungsi metabolisme. Kelenjar ini mengeluarkan tiga hormon:

  • T3 (triiodothyronine) dan T4 (tiroksin)

Kedua hormon ini berfungsi dalam mengatur laju metabolisme tubuh. Berat badan Anda dapat bertambah dan Anda dapat merasa sangat lelah serta kekurangan energi jika kelenjar tiroid tidak menghasilkan T3 dan T4 dalam jumlah yang cukup. Sebaliknya, dapat terjadi penurunan berat badan meski nafsu makan meningkat dan munculnya perasaan cemas serta sulit rileks jika kelenjar tiroid terlalu banyak menghasilkan hormon ini.

  • Kalsitonin

Kalsitonin bekerja berlawanan dengan hormon lain, yaitu hormon paratiroid. Hormon paratiroid dibuat oleh kelenjar paratiroid, suatu kelenjar yang terletak di belakang sekaligus melekat pada kelenjar tiroid. Kalsitonin dan hormon paratiroid mengendalikan jumlah kalsium yang beredar dalam darah. Kalsitonin bertugas menurunkan kadar kalsium darah, sementara hormon paratiroid menaikkan kadar kalsium darah. Terlalu banyak kalsium dalam darah bisa menyebabkan rasa mengantuk. Sebaliknya, bila terlalu sedikit malah menyebabkan masalah saraf, seperti rasa tertusuk jarum hingga membuat otot berkedut dan tersentak dengan sendirinya.

Screen%20Shot%202017-08-29%20at%203.05.44%20PM.png

Gambar 1. Kelenjar tiroid

Sumber : cancerresearchuk.org

 

Kanker tiroid dan situasinya di Indonesia

Menurut National Comprehensive Cancer Network (NCCN 2017) — aliansi dari 27 pusat kanker di Amerika Serikat, sekitar 60.000 orang per tahun didiagnosis kanker tiroid di Amerika Serikat. Statistik menunjukkan wanita lebih sering terkena kanker ini dibandingkan pria. Kanker tiroid merupakan kanker tersering ke-4 yang ditemukan pada wanita.

Pada tahun 2014, total 726.646 penduduk terdiagnosis kanker tiroid di Amerika Serikat menurut National Cancer Institute (NCI) — salah satu agensi dari Departemen Kesehatan dan Pelayanan Manusia milik Amerika Serikat. Diperkirakan juga jumlah kasus baru pada tahun 2017 mencapai 56.870 kasus dengan estimasi kematian 2.010 jiwa.

Di Indonesia, menurut data dari registrasi Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia, didapatkan kanker tiroid menempati peringkat ke-9 dari 10 kanker terbanyak di Indonesia. Di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Cipto Mangunkusumo, Jakarta, kanker tiroid menempati urutan ke-5 terbanyak setelah kanker jenis lainnya.

 

Jenis kanker tiroid

  • Karsinoma tiroid papiler

Tipe ini merupakan tipe tersering yang ditemukan, diperkirakan ditemukan pada 8 dari 10 kasus kanker tiroid. Tipe ini sering menyerang wanita berusia di bawah 40 tahun. Karsinoma tiroid papiler biasanya menyerang salah satu lobus dan pertumbuhannya relatif lebih lambat dibandingkan kanker tiroid jenis lainnya.

  • Karsinoma tiroid folikuler

Biasanya terjadi pada 1 dari 10 kasus kanker tiroid. Kanker ini biasanya tidak menyebar ke kelenjar getah bening setempat, namun langsung menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti tulang dan paru-paru.

  • Karsinoma tiroid meduler

Tipe ini jarang ditemukan. Kanker ini berkembang dari sel C di jaringan tiroid, yang normalnya berfungsi menghasilkan kalsitonin. Kadang, kanker ini dapat menyebar ke kelenjar getah bening, paru-paru, dan hati, bahkan sebelum benjolan tiroid ditemukan. Kanker ini dapat diturunkan secara genetik dan lebih susah untuk diobati.

  • Karsinoma tiroid anaplastik

Jenis kanker tiroid ini merupakan jenis yang paling jarang ditemukan, namun paling agresif. Biasanya didapatkan pada 1 dari 50 kasus dan umumnya terjadi pada usia di atas 60 tahun. Kanker ini menyebar dengan cepat dan sangat susah untuk diobati.

  • Tipe lain yang lebih jarang

Sebanyak kurang dari 4% jenis kanker tiroid lainnya termasuk ke dalam jenis tiroid limfoma dan tiroid sarkoma. Jenis ini tidak akan dibahas di sini karena sangat langka.

 

Stadium kanker tiroid

Stadium kanker (tidak hanya tiroid saja) didasarkan pada seberapa besar kanker berkembang dan menyebar di tubuh. Pengelompokan stadium kanker tiroid paling sering menggunakan sistem klasifikasi yang dibuat oleh American Joint Committee on Cancer (AJCC), yaitu berdasarkan ukuran tumor dan penyebarannya. Sistem stadium ini didasarkan pada sistem TNM (tumor, node, metastasis) yang tidak dijelaskan lebih lanjut dalam tulisan ini.

 

Stadium kanker tiroid papiler dan folikuler usia <45 tahun

Stadium

Keterangan

I

  • Kanker berukuran berapa pun dan mungkin telah menyebar ke jaringan atau kelenjar getah bening sekitar

II

  • Kanker berukuran berapa pun dan telah menyebar ke bagian tubuh yang jauh

Sumber : dimodifikasi dari National Comprehensive Cancer Network 2017

 

Stadium kanker tiroid papiler dan folikuler usia ≥45 tahun

Stadium

Keterangan

I

  • Kanker terbatas hanya di dalam tiroid dan berukuran ≤2 cm

II

  • Tumor terbatas hanya di dalam tiroid dan berukuran 2–4 cm  

III

  • Kanker berukuran ≥4 cm
  • Kanker ukuran berapa pun dan telah menyebar ke jaringan sekitar (bukan kelenjar getah bening)
  • Kanker ukuran berapa pun dan telah menyebar ke jaringan sekitar atau kelenjar getah bening leher dekat trakea (tenggorokan) atau laring (pita suara)

IVA  

  • Kanker ukuran berapa pun, telah menyebar ke jaringan sekitarnya di area leher atau menyebar ke saraf yang menuju ke laring, dan kemungkinan ke kelenjar getah bening sekitar juga
  • Kanker ukuran berapa pun telah menyebar ke jaringan sekitar dan kelenjar getah bening di leher atau kelenjar getah bening di dada bagian atas

IVB  

  • Kanker telah menyebar ke jaringan dekat tulang belakang atau pembuluh darah besar di dada
  • Kanker mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening

IVC

  • Kanker ukuran berapa pun dan telah menyebar ke bagian tubuh jauh, serta kemungkinan telah menyebar ke kelenjar getah bening

Sumber : dimodifikasi dari National Comprehensive Cancer Network 2017

 

Stadium kanker tiroid meduler

Stadium

Keterangan

I

  • Kanker terbatas hanya di tiroid dan berukuran ≤2 cm

II

  • Kanker terbatas hanya di tiroid dan berukuran 2–4 cm
  • Kanker ukuran berapa pun dan telah menyebar ke jaringan sekitar (tidak termasuk kelenjar getah bening)

III

  • Kanker ukuran berapa pun dan telah menyebar ke kelenjar getah bening leher dekat trakea (tenggorokan) atau laring (pita suara), dan kemungkinan telah menyebar ke jaringan sekitar

IVA

 

  • Kanker ukuran berapa pun, telah menyebar ke jaringan sekitarnya di area leher atau menyebar ke saraf yang menuju ke laring, dan kemungkinan ke kelenjar getah bening sekitar juga
  • Kanker ukuran berapa pun telah menyebar ke jaringan sekitar dan kelenjar getah bening di leher atau kelenjar getah bening di dada bagian atas

IVB

 

  • Kanker telah menyebar ke jaringan dekat tulang belakang atau pembuluh darah besar di dada
  • Kanker mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening

IVC

  • Kanker ukuran berapa pun dan telah menyebar ke bagian tubuh jauh, serta kemungkinan telah menyebar ke kelenjar getah bening

Sumber : dimodifikasi dari National Comprehensive Cancer Network 2017

 

Stadium kanker tiroid anaplastik

Semua kanker tiroid anaplastik dianggap stadium IV saat terdiagnosis.

Stadium

Keterangan

IVA

  • Tumor terbatas hanya di dalam tiroid dan mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening

IVB

  • Tumor bertumbuh di luar tiroid dan mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening

IVC

  • Tumor telah menyebar ke bagian tubuh yang jauh dan mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening

Sumber : dimodifikasi dari National Comprehensive Cancer Network 2017

 

Screen%20Shot%202017-08-29%20at%2011.03.17%20PM.png

Screen%20Shot%202017-08-29%20at%2011.28.28%20PM.png

Gambar 2. Stadium kanker tiroid

Sumber : dimodifikasi dari cancerresearchuk.org

 

Screen%20Shot%202017-08-29%20at%2011.30.54%20PM.png

Gambar 3. Kanker tiroid yang sudah mengalami penyebaran.

Sumber : dimodifikasi dari cancerresearchuk.org

 

Siapa saja yang berisiko terkena kanker tiroid?

Hingga kini, kanker tiroid belum diketahui penyebabnya secara pasti. Namun, ada faktor-faktor yang perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan risiko mengalami kanker tiroid. Faktor tersebut dinamakan dengan faktor risiko. Faktor risiko kanker tiroid:

  • Jenis kelamin perempuan (2–3 kali lipat lebih berisiko daripada laki-laki)
  • Usia 25–65 tahun
  • Riwayat kontak dengan radiasi di bagian kepala maupun leher
  • Riwayat peningkatan thyroid-stimulating hormone (TSH)
  • Riwayat pembesaran kelenjar tiroid sebelumnya
  • Obesitas
  • Riwayat kanker tiroid dalam keluarga
  • Riwayat penyakit tertentu sebelumnya, seperti familial adenomatous polyposis (FAP), Cowden’s syndrome, multiple endocrine neoplasia (MEN) tipe 2A atau 2B

 

Gejala kanker tiroid

  • Benjolan di leher

Adanya benjolan baru di leher. Bisa juga benjolan lama di leher yang semakin lama kian membesar. Namun, tidak semua benjolan adalah kanker. Sebagian pembengkakan kelenjar tiroid disebabkan oleh kondisi yang dikenal sebagai penyakit gondok. Penyakit gondok dapat disebabkan oleh kelebihan hormon tiroid (hipertiroid) ataupun kekurangan hormon tiroid (hipotiroid).

  • Sakit di area leher atau nyeri ketika menelan
  • Suara serak yang tidak membaik selama beberapa minggu
  • Penurunan berat badan yang tanpa sebab yang jelas (tidak sedang berdiet dan sebagainya)
  • Kesulitan bernapas
  • Gejala yang tidak biasa

Kanker tiroid meduler dapat menyebabkan gejala yang tidak biasa, seperti semakin sering buang air besar setiap harinya dan kemerahan di wajah (flushing). Kondisi tersebut diakibatkan oleh tingginya hormon kalsitonin yang dihasilkan tipe kanker ini.

 

Pendekatan diagnosis kanker tiroid

Terdapat beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan oleh dokter untuk menegakkan diagnosis kanker tiroid, antara lain:

  1. Anamnesis dan pemeriksaan fisik
  • Anamnesis atau pengambilan keterangan riwayat penyakit merupakan bagian terpenting dalam penegakan diagnosis. Anamnesis dilakukan mendalam mengenai keterangan lengkap identitas pasien, seperti umur dan jenis kelamin, gejala dan tanda yang muncul, riwayat penyakit yang pernah diderita yang berhubungan dengan kanker tiroid, riwayat kelainan tiroid di dalam keluarga, riwayat kanker tiroid meduler dalam keluarga, serta riwayat penggunaan obat-obatan.
  • Pemeriksaan fisik diarahkan pada kemungkinan kanker tiroid. Biasanya pasien datang dengan keluhan adanya benjolan di leher. Contoh tanda kanker yang sering didapat adalah adanya nodul (benjolan kecil) yang keras di leher dan melekat ke jaringan sekitar (sehingga benjolan tersebut tidak bisa digerakkan). Selain itu juga bisa didapatkan pembesaran kelenjar getah bening sekitar leher maupun di tempat lainnya. Nodul pada pria mempunyai kemungkinan tiga kali lipat lebih tinggi menjadi ganas daripada wanita. Selain daerah leher, pemeriksaan fisik juga dilakukan secara menyeluruh pada bagian tubuh lainnya.
  1. Pemeriksaan laboratorium darah
  • Darah rutin lengkap dan kimia darah
  • TSH diperiksa jika ditemukan benjolan tiroid. Jika TSH normal atau tinggi, maka biasanya akan dilanjutkan dengan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk biopsi.
  • Pemeriksaan kadar tiroglobulin serum untuk kanker tiroid cukup sensitif, tetapi tidak spesifik karena peningkatan kadar tiroglobulin ini juga ditemukan pada penyakit tiroiditis dan penyakit Grave (keduanya merupakan bentuk kelainan tiroid, namun tidak termasuk ke kanker ataupun tumor). Pemeriksaan kadar tiroglobulin serum ini sangat baik untuk mengawasi kambuhnya kanker tiroid pascaterapi, tetapi tidak cocok untuk kanker tiroid meduler dan anaplastik karena kedua jenis kanker ini tidak mengeluarkan tiroglobulin. Bila kadar tiroglobulin meningkat, maka kemungkinan kanker tiroid kambuh.
  • Penanda tumor carcinoembryonic antigen (CEA) juga ditemukan pada kanker tiroid meduler.
  • Pemeriksaan kalsitonin untuk kanker tiroid meduler. Sel C pada kelenjar tiroid normal menghasilkan kalsitonin. Pada kanker tiroid meduler, sel kanker dimulai dari sel C sehingga peningkatan kadar kalsitonin dapat menandakan kekambuhan kanker tiroid.
  1. Biopsi

Pada biopsi, sebagian kecil jaringan tiroid diambil dan diperiksa apakah mengandung sel kanker atau tidak. Teknik biopsi yang sering dikerjakan adalah fine-needle aspiration (FNA), yaitu menggunakan jarum yang halus dan kecil untuk mengambil sampel jaringan yang dicurigai kanker. Bila benjolan berukuran kurang dari 1 cm, maka tidak FNA tidak dibutuhkan. Sebagai gantinya, biasanya hanya digunakan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Kemudian, contoh jaringan yang telah diambil akan dikirimkan ke ahli patologi anatomi untuk diperiksa di bawah mikroskop. Dengan demikian, tipe kanker tiroid bisa diketahui (meduler, folikuler, atau tipe lainnya)

  1. Pencitraan atau Radiologi

Peralatan pencitraan yang sering digunakan pada kanker tiroid adalah USG tiroid dan sidik (skintigrafi) tiroid. USG dilakukan untuk evaluasi awal benjolan tiroid. Dari USG, dapat diketahui ukuran, jumlah, dan konsistensi benjolan tiroid. Di sisi lain, skintigrafi tiroid pada kanker tiroid hanya mampu memberikan gambaran hipofungsi tiroid (penurunan fungsi kelenjar tiroid) sehingga dikatakan tidak spesifik dan tidak diagnostik, alias tidak cukup untuk menegakkan diagnosis kanker tiroid. Ada juga peralatan pencitraan lain, seperti computed tomographic scanning (CT-scan) dan magnetic resonance imaging (MRI). Keduanya tidak direkomendasikan untuk mengevaluasi kanker tiroid, karena di samping tidak memberikan keterangan yang bermakna untuk proses diagnosis, juga sangat mahal.

 

Pengobatan kanker tiroid

Terdapat enam tipe pengobatan standar yang digunakan pada kanker tiroid:

  • Operasi
  • Terapi radiasi, termasuk terapi dengan yodium radioaktif
  • Kemoterapi
  • Terapi hormon tiroid
  • Terapi target
  • Menunggu dan memantau (watchful waiting)

 

OPERASI

Operasi merupakan salah satu pilihan utama terapi kanker tiroid. Prosedur operasi kanker tiroid bermacam-macam jenisnya, di antaranya:

  • Lobektomi: mengangkat lobus tiroid yang terkena kanker. Kelenjar getah bening di sekitar kanker juga dapat diangkat dan diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi tanda-tanda penyebaran kanker.
  • Tiroidektomi total atau sebagian: pengangkatan seluruh atau sebagian kelenjar tiroid.

Tentunya operasi tersebut membawa efek samping tersendiri, di antaranya:

  • Ikut terangkatnya kelenjar paratiroid karena lokasinya yang berdekatan dengan kelenjar tiroid. Akibatnya, terjadi hipoparatiroidisme (hilangnya hormon paratiroid sehingga kadar kalsium darah menjadi rendah).
  • Kerusakan saraf pita suara karena lokasinya yang dekat dengan kelenjar tiroid sehingga bisa ikut terpotong.
  • Terjadi infeksi karena potensi masuknya kuman melalui luka operasi, baik saat operasi maupun selama perawatan luka hingga sembuh.
  • Risiko untuk kehilangan darah dalam jumlah besar.

 

TERAPI RADIASI

Terapi radiasi pada kanker tiroid menggunakan sinar-X energi tinggi atau jenis radiasi lainnya. Radiasi ini ditujukan untuk membunuh atau setidaknya menghambat pertumbuhan sel kanker. Saat ini tersedia dua jenis terapi radiasi:

  • Terapi radiasi eksternal: menggunakan mesin di luar tubuh yang langsung menembakkan sinar radiasi ke arah kanker tiroid. Terkadang, terapi ini bisa dilakukan bersamaan dengan operasi, dinamakan sebagai terapi radiasi intraoperatif.
  • Terapi radiasi internal: menggunakan zat radioaktif yang ditelan atau dimasukkan melalui pembuluh darah. Zat ini akan langsung menuju ke sel kanker untuk mematikan sel tersebut.

Pemilihan jenis terapi radiasi yang digunakan didasarkan pada tipe dan stadium kanker tiroid yang dialami pasien. Terapi radiasi yodium biasanya digunakan untuk kanker tiroid papiler dan folikuler. Yodium radioaktif ditelan melalui mulut, lalu diserap jaringan tiroid, termasuk sel kanker tiroid yang telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Oleh karena yodium radioaktif diserap oleh jaringan tiroid saja, yodium radioaktif hanya menghancurkan jaringan tiroid dan sel kanker tiroid tanpa merusak jaringan lainnya.

Serupa dengan terapi lainnya, terapi radiasi juga tidak bebas dari efek samping. Efek samping dari terapi radiasi, antara lain:

  • Pembengkakan dan nyeri di sekitar leher
  • Mual dan muntah
  • Mulut kering
  • Perubahan fungsi indra pengecap dan penciuman
  • Lemas
  • Efek samping di sistem reproduksi

 

KEMOTERAPI

Kemoterapi merupakan terapi kanker dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker atau menghentikan pembelahan sel kanker. Kemoterapi dibagi lagi menjadi dua jenis berdasarkan cara kerjanya. Kemoterapi yang diberikan dengan cara ditelan, melalui suntikan intravena (pembuluh darah), atau melalui otot disebut dengan kemoterapi sistemik. Kemoterapi sistemik dapat menjangkau sel kanker di seluruh tubuh. Ada pula jenis lainnya, yaitu kemoterapi regional. Kemoterapi regional dimasukkan langsung ke cairan serebrospinal (cairan otak dan tulang belakang), organ tertentu (misalnya langsung disuntikkan ke kelenjar tiroid), atau rongga tubuh (misalnya rongga perut). Sesuai namanya, kemoterapi regional  hanya berefek pada sel kanker di area yang dimasukkan kemoterapi saja. Penggunaan kemoterapi terutama untuk kanker tiroid dengan tipe anaplastik.

Beberapa efek samping dari kemoterapi:

  • Rambut rontok
  • Mulut kering
  • Diare atau konstipasi
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan yang berlebihan
  • Nafsu makan menurun

 

TERAPI HORMON TIROID

Terapi ini biasanya diberikan setelah tiroidektomi (pengangkatan kelenjar tiroid). Pasien diberikan obat berisi hormon tiroid yang harus dikonsumsi terus-menerus. Terapi ini disebut sebagai terapi pengganti karena ditujukan untuk mengambil alih tugas kelenjar tiroid yang telah diambil. Selain itu, pemberian hormon tiroid mencegah lonjakan produksi TSH. Kadar TSH yang tinggi dapat memicu pertumbuhan sel kanker tiroid. Obat yang biasanya digunakan sebagai pengganti hormon tiroid adalah levotiroksin. Terapi penahan hormon TSH ini digunakan pada kanker papiler dan folikuler.

Levotiroksin juga memiliki efek samping yang bisa diminimalkan dengan penyesuaian dosis obat tersebut oleh dokter. Efek samping dari levotiroksin, antara lain:

  • Penurunan berat badan
  • Berkeringat
  • Cemas atau gelisah
  • Gangguan tidur

 

TERAPI TARGET

Terapi target menggunakan substansi atau obat yang mampu untuk mengidentifikasi sel kanker tertentu tanpa merusak sel normal. Terapi dengan inhibitor tirosin kinase (enzim yang memegang peran kunci proses pembelahan sel) merupakan salah satu jenis terapi target yang dapat memblok sinyal yang dibutuhkan tumor untuk berkembang. Vandetanib dan sorafenib termasuk ke inhibitor tirosin kinase yang sering digunakan untuk kanker tiroid tipe tertentu.

 

MENUNGGU DAN MEMANTAU/WATCHFUL WAITING

Memantau keadaan pasien secara intensif tanpa memberikan pengobatan apa pun sampai tanda dan gejala muncul atau berubah. Metode ini dilakukan karena masing-masing terapi kanker tiroid membawa risiko efek sampingnya tersendiri sehingga perlu dipertimbangkan secara matang perlu atau tidaknya pemberian terapi.

 

Apakah kanker tiroid dapat dicegah?

Dengan mengetahui faktor risiko kanker tiroid, maka pada beberapa kondisi tertentu, kejadian kanker tiroid dapat dicegah. Contoh faktor risiko kanker tiroid adalah paparan radiasi saat usia muda. Kini, dokter tidak lagi menggunakan teknik radiasi untuk mengobati penyakit yang tidak berat. Selain itu, rontgen dan CT-scan diupayakan untuk menggunakan dosis radiasi yang lebih rendah. Di samping mengenai radiasi, tes darah harus dilakukan apabila ada riwayat kanker tiroid pada salah satu anggota keluarga. Menjaga berat badan ideal dan mengonsumsi makanan dengan kandungan yodium yang cukup juga bisa mencegah kanker tiroid.

 

Prognosis: Angka ketahanan hidup/Survival

Angka ketahanan hidup dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kondisi individual, tipe dan stadium kanker, serta pengobatan yang dijalani. Jadi, tidak ada angka pasti berapa lama seorang dengan kanker tiroid dapat bertahan hidup. Akan tetapi, sejumlah penelitian bisa memberikan gambaran mengenai angka ketahanan hidup ini. Salah satunya adalah penelitian EUROCARE-3 yang menganalisis pasien kanker di 21 negara Eropa periode tahun 1983–1994. Berikut angka ketahanan hidup secara statistik menurut penelitian tersebut.

Menurut tipe kanker tiroid

  • Kanker tiroid papiler: 90% pria dan 95% wanita dapat bertahan hidup 5 tahun setelah terdiagnosis.
  • Kanker tiroid folikuler: sekitar 80% pria dan 100% wanita dapat bertahan selama 5 tahun atau lebih setelah terdiagnosis.
  • Kanker tiroid meduler: lebih dari 60% pria dan wanita dapat bertahan hidup selama 5 tahun atau lebih setelah terdiagnosis.
  • Kanker tiroid anaplastik: hampir 5% pria dan 10% wanita dapat bertahan hidup selama 5 tahun atau lebih setelah terdiagnosis.

Sumber : hasil dari analisis 21 negara selama periode 1983-1994 di Eropa (EUROCARE-3 STUDY) (cancerresearchuk.org)

 

Menurut stadium kanker tiroid

Tipe kanker tiroid

Perkiraan angka ketahanan hidup selama 5 tahun atau lebih setelah terdiagnosis

Stadium 1

Stadium 2

Stadium 3

Stadium 4

Papiler

Hampir 100%

Hampir 95%

50%

Folikuler

Hampir 100%

70%

50%

Meduler

Hampir 100%

80%

20%

Anaplastik

Biasanya bertahan hidup 2–6 bulan

Sumber: Edge S. AJCC Cancer Staging Manual. 7th edition. Springer. 2010.