KANKER MULUT

Oleh : dr. Edwin Sukmadja
Share

Kanker mulut atau kanker oral merupakan semua keganasan yang berasal dari mulut, mencakup bibir, gusi, lidah, langit-langit, bagian dalam pipi, kelenjar air liur, amandel, serta orofaring. Pada kanker mulut, sel-sel normal pada rongga mulut berubah menjadi sel-sel yang tumbuh secara tidak terkontrol.

 

  1. ANATOMI MULUT

Rongga mulut merupakan bagian paling awal dari saluran pencernaan. Mulut berfungsi untuk memasukkan dan menghaluskan makanan, serta mencampurnya dengan air liur. Bagian dari mulut meliputi langit-langit, rongga mulut, amandel, uvula, lidah, gusi, vestibulum oris (bagian antara gusi dan bibir), bibir, bagian dalam pipi (buccal), dan gigi.

Gambar 1 Anatomi Rongga Mulut (dimodifikasi dari: Blausen.com staff (2014). "Medical gallery of Blausen Medical 2014”)

  1. FAKTOR RISIKO KANKER MULUT

Berdasarkan penelitian, terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang (faktor risiko) terkena kanker mulut, yaitu:

  1. Jenis kelamin laki-laki

Laki-laki memiliki risiko dua kali lipat lebih besar terkena kanker mulut dibandingkan perempuan.

  1. Usia >40 tahun.
  2. Riwayat kanker pada keluarga.
  3. Paparan sinar matahari yang berlebihan, terutama saat usia muda.
  4. Merokok.
  5. Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  6. Infeksi human papillomavirus /HPV

Infeksi ini paling sering ditularkan melalui hubungan seksual secara oral atau  hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda-beda.

  1. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya pada orang yang terinfeksi human imunodeficiency virus/HIV) dapat mempermudah infeksi oleh HPV.

  1. Pola makan rendah buah dan sayur.
  2. Kebiasaan mengunyah sirih pinang.

 

  1. GEJALA KANKER MULUT

Kanker mulut pada fase awal sering kali tidak menimbulkan gejala. Beberapa gejala yang mungkin muncul adalah sebagai berikut:

  1. Luka atau sariawan yang tidak kunjung sembuh setelah beberapa minggu.
  2. Nyeri pada lidah atau rahang yang tak kunjung hilang.
  3. Sering terjadi perdarahan pada rongga mulut.
  4. Benjolan atau penebalan di dalam rongga mulut.
  5. Plak berwarna putih atau kemerahan pada gusi, lidah, tonsil, atau lapisan mulut yang tidak hilang setelah beberapa minggu.
  6. Nyeri telan atau perasaan mengganjal pada rongga mulut.
  7. Sulit menelan atau mengunyah makanan.
  8. Sulit menggerakkan rahang dan lidah.
  9. Sulit berbicara (misalnya menjadi cadel atau serak).
  10. Penurunan berat badan secara drastis.
  11. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
  12. Napas yang berbau tidak enak.

Gejala-gejala tersebut juga dapat ditemui pada kondisi selain kanker mulut. Oleh karena itu, apabila mengalami gejala di atas selama lebih dari dua minggu, segeralah memeriksakan diri ke dokter, terutama pada orang-orang yang memiliki faktor risiko kanker mulut.

  1. DIAGNOSIS KANKER MULUT

Proses diagnosis kanker mulut dimulai dengan anamnesis, pemeriksaan sederhana, dan pemeriksaan tambahan. Anamnesis merupakan proses wawancara dokter dengan pasien untuk menggali keluhan, gejala, serta faktor risiko. Pada pemeriksaan sederhana, dokter akan memeriksa rongga mulut pasien, serta kemungkinan adanya benjolan kelenjar getah bening di tempat lain (misalnya di leher, perut, atau ketiak). Apabila dari hasil anamnesis dan pemeriksaan sederhana ditemukan kecurigaan kanker mulut, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan berupa biopsi.

Biopsi merupakan proses pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Prosedur ini sangat diperlukan untuk mengetahui keberadaan serta jenis sel kanker pada mulut. Jenis biopsi yang dapat dilakukan adalah biopsi insisional (mengambil jaringan menggunakan pisau bedah), biopsi aspirasi jarum halus/Fine Needle Aspiration Biopsy (mengambil jaringan dengan jarum), serta sitologi eksfoliatif (mengeruk sedikit jaringan rongga mulut). Biopsi juga dapat dilakukan pada kelenjar getah bening yang membesar. Selain itu, dilakukan pemeriksaan CT scan, rontgen, ultrasonografi/USG, atau MRI untuk melihat adanya penyebaran kanker mulut ke organ lain.

  1. JENIS KANKER MULUT

Berdasarkan sel asalnya, kanker mulut dapat dibedakan menjadi:

  1. Kanker sel skuamosa

Jenis kanker mulut yang paling sering terjadi adalah kanker sel skuamosa (>90%). Sesuai namanya, kanker ini berasal dari sel skuamosa yang ada di rongga mulut. Sel skuamosa merupakan sel berbentuk pipih yang melapisi rongga mulut, hidung, dan tenggorokan.

  1. Kanker kelenjar air liur (adenokarsinoma)

Pada kanker jenis ini, sel kanker berasal dari kelenjar air liur di rongga mulut.

  1. Limfoma

Limfoma merupakan keganasan yang berasal dari sel pada sistem getah bening (sistem limfatik). Pembahasan lebih rinci mengenai limfoma dapat dilihat pada artikel tentang limfoma.

  1. Melanoma

Melanoma merupakan keganasan yang berasal dari melanosit. Melanosit adalah sel penghasil pigmen warna pada kulit. Melanoma dapat terjadi pada kulit di area manapun, termasuk kulit kepala, bibir, serta rongga mulut.

Selain jenis-jenis kanker di atas, dikenal juga lesi prekanker. Lesi prekanker adalah kondisi abnormal pada rongga mulut. Kondisi abnormal yang dimaksud dapat berupa penebalan berwarna putih (leukoplakia) atau area kemerahan yang mudah berdarah (eritroplakia). Lesi prekanker sebenarnya bukan keganasan atau kanker. Namun, jika dibiarkan dan tidak diterapi, lesi ini dapat berubah menjadi kanker. Sekitar 5% leukoplakia dan 50% eritroplakia akan berkembang menjadi kanker mulut.

 

  1. STADIUM KANKER MULUT

Secara umum terdapat empat stadium kanker mulut, yaitu:

  1. Stadium 0 (karsinoma in situ)

Pada stadium ini sel kanker hanya terdapat di lapisan terluar rongga mulut dan tidak menyebar ke area lain. Apabila stadium ini tidak ditangani, sel kanker dapat berkembang menjadi invasif dan berbahaya.

  1. Stadium 1

Sel kanker sudah mulai tumbuh melewati lapisan terluar rongga mulut ke jaringan yang lebih dalam. Ukuran kanker yang masuk ke dalam jaringan <2 cm. Selain itu, tidak ada penyebaran ke jaringan sekitar, kelenjar getah bening, atau organ lain.

  1. Stadium 2

Pada stadium ini, ukuran kanker berkisar antara 2–4 cm. Kanker belum menyebar ke jaringan sekitar, kelenjar getah bening, atau organ lain.

  1. Stadium 3

Kanker stadium 3 harus memenuhi salah satu kriteria berikut:

  • Ukuran kanker >4 cm tetapi tidak menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain.
  • Kanker sudah menyebar ke satu kelenjar getah bening di leher pada sisi yang sama dengan kanker. Ukuran kelenjar getah bening <3 cm.
  1. Stadium 4/stadium akhir

Kanker stadium ini dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Stadium 4a

Pada stadium 4a, kanker sudah menyebar ke jaringan di sekitar bibir dan mulut. Dapat ditemukan penyebaran ke kelenjar getah bening atau tidak.

  1. Stadium 4b

Kanker stadium 4b harus memenuhi salah satu kriteria berikut:

  • Kanker sudah menyebar ke >1 kelenjar getah bening di leher pada sisi yang sama dengan kanker.
  • Kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening pada kedua sisi leher.
  • Kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening dan ukuran kelenjar getah bening >6 cm.
  1. Stadium 4c

Kanker sudah menyebar ke organ lain, seperti paru-paru, hati, atau tulang.

 

  1. TERAPI KANKER MULUT

Pemilihan terapi kanker mulut bergantung pada berbagai faktor, seperti jenis dan stadium kanker mulut, usia, kondisi kesehatan pasien, serta penyakit lain yang menyertai. Secara umum, terapi kanker mulut dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Pembedahan

Pembedahan dapat dilakukan dengan pisau bedah atau teknologi laser. Pembedahan dengan teknologi laser dapat dilakukan untuk jenis kanker mulut tertentu yang masih stadium awal.

Terdapat beberapa teknik pembedahan pada kanker mulut. Pemilihan teknik pembedahan bergantung pada ukuran dan lokasi kanker. Pembedahan yang biasa dilakukan adalah:

  1. Pembedahan untuk mengangkat jaringan kanker.
  2. Pembedahan untuk mengangkat sebagian atau seluruh jaringan dan tulang rahang (reseksi mandibula), biasanya pada kanker mulut yang sudah menyebar ke tulang rahang.
  3. Pembedahan pada tulang langit-langit mulut (maxillectomy).
  4. Pembedahan pada bibir, lidah, pita suara, dan kelenjar getah bening.
  5. Pembedahan rekonstruksi, dilakukan untuk memperbaiki bagian mulut yang mengalami kerusakan akibat pembedahan.
  1. Radioterapi

Terapi ini menggunakan sinar radiasi berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Efek samping yang mungkin muncul adalah nyeri telan, suara serak, kelelahan, kulit menjadi merah, sulit menelan, mulut kering, bengkak, dan sulit membuka mulut. Efek samping tersebut biasanya akan hilang dalam beberapa minggu hingga bulan setelah radioterapi.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk kemoterapi kanker mulut adalah cisplatin, fluorouracil, carboplatin, methotrexate, dan docetaxel. Kemoterapi biasanya dilakukan setiap tiga minggu sekali. Efek samping yang mungkin terjadi adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan, diare atau konstipasi, serta rambut rontok. Pada beberapa jenis kanker, kemoterapi sering dikombinasikan dengan radioterapi.

 

  1. PROGNOSIS KANKER MULUT

Prognosis kanker biasanya dinyatakan dengan tingkat kesintasan (survival rate). Tingkat kesintasan merupakan data statistik mengenai jumlah orang dengan jenis dan stadium kanker tertentu yang berhasil bertahan hidup dalam jangka waktu tertentu setelah terdiagnosis. Secara keseluruhan, tingkat kesintasan tiga tahun untuk kanker mulut stadium 1 dan 2 sebesar 80%, sedangkan untuk stadium 3 dan 4 sebesar 50%. Tingkat kesintasan tersebut akan bervariasi tergantung lokasi kanker. Tingkat kesintasan lima tahun kanker mulut dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1 Tingkat kesintasan lima tahun kanker mulut berdasarkan National Cancer Institute

Stadium

Tingkat kesintasan 5 tahun

Kanker bibir

Kanker lidah

Kanker dasar mulut

Stadium 1 dan 2

93%

78%

75%

Stadium 3, 4a, 4b

48%

63%

38%

Stadium 4c

52%

36%

20%

 

  1. PENCEGAHAN KANKER MULUT

Hingga saat ini belum ditemukan cara pasti untuk mencegah kanker mulut. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kanker mulut, yaitu:

  1. Hindari konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  2. Tidak merokok.
  3. Mengurangi konsumsi sirih pinang.
  4. Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang (memperbanyak konsumsi buah dan sayur).
  5. Menghindari paparan sinar matahari berlebihan, terutama bagi orang dengan riwayat keluarga menderita kanker mulut.
  6. Menjaga kebersihan gigi dan mulut.
  7. Menghindari infeksi HPV, dengan cara menjaga perilaku seksual yang sehat dan tidak berganti-ganti pasangan seksual.

Selain itu, deteksi dini kanker mulut juga perlu dilakukan. Sebab, semakin awal kanker didiagnosis dan ditangani akan semakin baik hasilnya. Deteksi dini dilakukan dengan memeriksakan kondisi mulut dan gigi ke dokter gigi setiap tahun.