Kanker Lidah

Oleh : dr. Wiedya Kristianti Angeline
Share

Tidak seperti kanker payudara atau kanker rahim, kanker lidah merupakan tampaknya masih belum begitu populer di kalangan masyarakat. Pada kanker lidah, terjadi pertumbuhan tidak terkendali dari sel abnormal di lidah. Sel yang paling sering berkembang menjadi kanker lidah adalah sel skuamosa. Sel inilah yang melapisi permukaan lidah.

 

Gambar lidah dan kanker lidah

Sumber: Wikimedia Commons

 

Lidah

 

Lidah merupakan salah satu dari lima alat indera yang dimiliki oleh manusia. Organ ini sudah terbentuk sejak di dalam kandungan, yaitu saat janin berusia 4 minggu. Lidah adalah sekumpulan otot yang dilapisi membran mukosa. Sekitar 3.000–10.000 kuncup pengecap (taste buds) tersebar di permukaan atas dan pinggiran lidah. Kuncup pengecap ini sebenarnya adalah kumpulan sel saraf yang berfungsi untuk merasakan makanan.

 

Secara umum, lidah dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian depan (duapertiga dari lidah depan) dan bagian pangkal (sepertiga dari lidah belakang). Lidah dihubungkan dengan lantai mulut oleh lipatan yang dikenal sebagai frenulum.

 

Lidah memiliki fungsi penting untuk mengecap dan merasakan makanan. Selain itu, lidah juga membantu berbagai proses di mulut, yaitu mengunyah, menelan, berbicara, dan membersihkan sisa makanan di gigi serta rongga mulut. Untuk fungsi mengecap, lidah dapat mengenali empat rasa utama, yaitu manis, asam, pahit, dan asin. Rasa kelima yang disebut umami berasal dari zat glutamat. Zat glutamat ini dapat ditemukan pada protein, penyedap rasa (micin), dan lain-lain.

 

Epidemiologi

 

Kanker lidah merupakan jenis kanker mulut yang paling sering terjadi, yaitu 25–30% dari seluruh kanker mulut. Kanker ini merupakan kanker tersering keenam di dunia. Kejadiannya di setiap daerah berbeda-beda, tergantung faktor-faktor yang memengaruhi. Sekitar 30.000 kasus baru terdiagnosis setiap tahunnya di seluruh dunia. Meskipun angka tersebut terbilang banyak, namun kanker lidah relatif jarang, hanya 3% dari seluruh kanker. Sayangnya, kejadian kanker lidah di Indonesia masih belum diketahui dengan pasti.

 

Sama seperti kanker pada umumnya, kanker lidah lebih sering terjadi pada orang tua, terutama yang berusia di atas 60 tahun. Hanya 1 kasus dari 8 kasus yang terjadi pada orang berusia kurang dari 50 tahun. Kanker ini sangat jarang ditemukan pada usia sebelum 40 tahun. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan kanker lidah ditemukan pada orang muda. Selain usia, jenis kelamin juga memengaruhi kejadian kanker lidah. Laki-laki 2–4 kali lipat lebih sering mengalami kanker lidah dibandingkan perempuan.

 

Jenis

Berdasarkan letaknya, kanker lidah dapat terjadi pada bagian depan (80%) atau bagian pangkal (20%). Kanker yang tumbuh pada lidah bagian depan lebih mudah untuk dilihat dan dirasakan. Akibatnya, kanker lidah yang tumbuh di bagian ini lebih mudah didiagnosis pada stadium awal.

 

Sebaliknya, kanker yang tumbuh pada bagian pangkal lidah, sering kali gejalanya minimal. Akibatnya, kanker di lokasi ini lebih sulit terdeteksi. Biasanya, kanker baru terdeteksi pada stadium lanjut sehingga lebih sulit diobati. Bahkan, terkadang kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di leher.

 

Faktor risiko dan penyebab

 

Penyebab kanker lidah masih belum diketahui dengan pasti karena bersifat multifaktorial dan kompleks. Beberapa orang mengalami kanker lidah tanpa penyebab yang jelas. Namun, ada beberapa faktor risiko dan penyebab yang diduga meningkatkan risiko kanker lidah, yaitu:

  • Menggunakan tembakau (rokok, cerutu, atau pipa).
  • Mengunyah tembakau atau sirih.
  • Mengonsumsi alkohol.
  • Pola makan yang tidak baik.
  • Kebersihan gigi, mulut, dan lidah yang buruk.
  • Infeksi Human Papiloma Virus (HPV).
  • Kekebalan tubuh yang rendah karena menderita HIV/AIDS atau pasca transplantasi organ.
  • Usia yang lebih tua (>40 tahun).
  • Jenis kelamin laki-laki.
  • Riwayat kanker lainnya.
  • Riwayat keluarga menderita kanker lidah.
  • Diet makanan tinggi lemak, daging, pengawet, tetapi rendah buah dan sayur.
  • Paparan radiasi, terutama pada daerah kepala dan leher.
  • Riwayat menderita luka di lidah.
  • Iritasi dan luka pada mukosa mulut, misal karena patahan gigi atau gigi palsu yang bentuknya tidak sesuai.

 

Tembakau dan alkohol merupakan penyebab utama kemunculan kanker lidah (sekitar 85%). Risiko ini meningkat seiring dengan durasi dan frekuensi penggunaannya. Seorang yang merokok, 10 kali lebih berisiko untuk mengalami kanker lidah daripada orang yang tidak merokok. Rokok, sirih, atau produk tembakau lainnya mengandung nikotin. Zat nikotin inilah yang bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker). Zat-zat karsinogenik umumnya mengandung unsur kimia yang dapat merusak DNA sel dan memicu kemunculan kanker. Perokok pasif (tidak merokok, tapi menghisap asap rokok orang lain) juga memiliki risiko lebih tinggi untuk terjangkit kanker lidah.

 

Alkohol tidak mengandung zat karsinogenik, tetapi mengandung etanol. Etanol adalah zat yang dapat mempermudah penyerapan zat-zat karsinogenik. Selain itu, etanol juga mengubah metabolisme sel mokusa mulut. Nikotin dan etanol adalah dua zat yang sangat berpotensi menjadi penyebab kanker lidah. Kombinasi merokok dan konsumsi alkohol tentunya semakin meningkatkan risiko kanker lidah.

 

Kebersihan mulut yang buruk rupanya juga menjadi salah satu penyebab kanker lidah. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa orang dengan kebersihan mulut yang buruk 2,3 kali lebih berisiko mengalami kanker rongga mulut, termasuk kanker lidah.

 

Human Papilloma Virus (HPV), adalah virus yang menular melalui kontak/sentuhan kulit dengan penderita atau barang yang terkontaminasi. Virus ini juga dapat menular melalui hubungan seksual. Beberapa penelitian membuktikan bahwa infeksi virus HPV dapat menyebabkan pertumbuhan jaringan abnormal dalam mulut sehingga memicu kanker.

 

Faktor genetik juga berperan dalam timbulnya kanker lidah. Terdapat sedikit peningkatan risiko kanker lidah bila terdapat kerabat dekat (orang tua, saudara kandung, atau anak) yang menderita kanker lidah.

 

Konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan ternyata dapat memberikan perlindungan terhadap terjadinya kanker lidah. Selain itu, konsumsi vitamin C dan serat yang rendah juga dapat meningkatkan risiko kanker. Konsumsi suplemen tambahan berupa vitamin E, kalsium, dan antioksidan lainnya (misalnya teh hijau) dapat  menurunkan risiko kanker lidah.

 

Iritasi atau luka pada mulut yang berulang atau tidak kunjung sembuh ternyata dapat menyebabkan kanker lidah. Luka ini dapat terjadi akibat patahan gigi atau gigi palsu yang kurang pas sehingga melukai bagian dalam mulut. Luka juga dapat disebabkan oleh sariawan berulang dan tidak kunjung sembuh. Gigi palsu yang longgar dapat memerangkap zat yang menyebabkan kanker, seperti alkohol dan tembakau.

 

Gejala

 

Kanker lidah sebaiknya dicurigai jika ditemukan gejala-gejala berikut:

  • Muncul bercak berwarna merah atau putih pada lidah yang tidak kunjung hilang (hingga berminggu-minggu)
  • Muncul penebalan atau benjolan di lidah
  • Sariawan yang tidak kunjung sembuh (hingga bermingu-minggu)
  • Lidah terasa sakit
  • Sulit menelan
  • Sakit saat menelan
  • Rasa kebas dan kaku dalam mulut yang tidak kunjung hilang
  • Perdarahan tanpa sebab yang jelas pada lidah
  • Gigi menjadi longgar

 

Pada tahap yang lebih lanjut, kanker lidah dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Napas bau
  • Rasa sakit pada telinga
  • Sakit tenggorokan yang berlangsung terus-menerus
  • Kesulitan makan dan mengunyah
  • Meneteskan air liur
  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan berbicara
  • Penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya
  • Benjolan pada leher
  • Perubahan suara menjadi serak

 

Sayangnya, gejala-gejala di atas kerap kali dianggap sebagai radang tenggorokan. Selain itu, kejadian kanker lidah juga lebih jarang dibandingkan radang tenggorokan. Akibatnya, kanker lidah sulit terdeteksi.

 

Stadium

 

Stadium merupakan salah satu cara untuk menilai derajat beratnya kanker, termasuk kanker lidah. Stadium ini juga berperan untuk menentukan pengobatan yang tepat. Metode yang umum digunakan untuk menentukan stadium adalah sistem TNM yang dikeluarkan oleh The American Joint Committee on Cancer’s (AJCC). Stadium berdasarkan TNM ini akan dibagi menjadi 4 stadium, yaitu:

  • Stadium 1

Kanker berukuran tidak lebih dari 2 cm. Kanker hanya terlokalisasi di lidah dan belum menyebar ke jaringan, kelenjar getah bening, atau organ lainnya.

 

  • Stadium 2

Kanker berukuran 2–4 cm. Pada stadium 2, kanker juga belum menyebar ke jaringan, kelenjar getah bening atau organ lainnya.

 

  • Stadium 3
  • Kanker berukuran lebih dari 4 cm. Kanker juga belum menyebar ke jaringan, kelenjar getah bening, atau organ lainnya, ATAU
  • Kanker dengan ukuran apapun. Namun telah terjadi penyebaran berukurang kurang dari 3 cm ke satu kelenjar getah bening di sisi leher yang sama dengan lokasi kanker.

 

  • Stadium 4

Kanker dengan ukuran berapapun yang telah menyebar ke jaringan sekitar, lebih dari satu kelenjar getah bening. Selain itu, kanker telah menyebar ke bagian atau organ tubuh lainnya, biasanya ke paru-paru. Penyebaran ke organ lain ini disebut dengan istilah metastasis.

 

Diagnosis dan Pemeriksaan

 

Proses penegakkan diagnosis meliputi anamnesis (sesi wawancara dengan dokter) mengenai gejala dan pertumbuhan kanker lidah pasien. Kemudian, dilanjutkan pemeriksaan sederhana pada lidah hingga tenggorokan. Setelah wawancara dan pemeriksaan sederhana, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan/penunjang jika ada kecurigaan ke arah kanker lidah.

 

Pemeriksaan tambahan yang dimaksud adalah biopsi. Pada biopsi, akan diambil sedikit jaringan yang dicurigai kanker. Kemudian dilakukan pemeriksaan dengan mikroskop. Jenis biopsi yang dapat dilakukan ialah:

  • Fine Need Aspiration (FNA) biopsy. Sebuah jarum tipis dimasukkan ke dalam massa tumor dan sampel dihisap ke dalam tabung jarum suntik.
  • Insisional biopsy. Contoh jaringan diambil dengan menggunakan skapel (pisau bedah).
  • Punch biopsy. Sebuah pisau sirkuler kecil digunakan untuk mengambil jaringan dengan area yang bulat.

 

Jika hasil biopsi menyatakan bahwa pasien positif memiliki kanker lidah, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti X-ray, MRI, ultrasound, CT-scan, atau PET-scan, atau endoskopi.

 

Deteksi Dini

 

Seperti kanker lainnya, semakin cepat kanker lidah didiagnosis dan ditangani, semakin baik kesempatannya untuk sembuh. Namun, belum ada cara khusus untuk mendeteksi dini kanker lidah. Oleh karena itu, jika mengalami gejala-gejala yang mengarah pada kanker lidah dan tak kunjung sembuh, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

 

Pengobatan

 

Pengobatan untuk kanker lidah tergantung pada jenis, letak, ukuran, dan penyebaran kanker. Hal lain yang juga menjadi pertimbangan dalam pemilihan pengobatan adalah usia, kondisi kesehatan pasien, stadium kanker, dan pilihan pasien. Pengobatan yang digunakan dapat berupa satu atau kombinasi beberapa terapi.

 

Berikut adalah beberapa pilihan terapi untuk kanker lidah:

  • Operasi

Jika ukuran kanker lidah masih kecil dan berada pada stadium awal, dokter mungkin akan memilih untuk melakukan operasi. Untuk kanker yang berukuran lebih besar, akan dilakukan operasi yang lebih besar, bahkan mengangkat sebagian atau seluruh lidah (glosektomi). Jika sudah terjadi penyebaran ke kelenjar getah bening di leher, kelenjar getah bening juga akan diangkat saat operasi. Tindakan glosektomi tentunya akan memengaruhi kemampuan pasien dalam mengunyak, menelan, dan berbicara.

 

Prosedur operasi nantinya dapat dikombinasikan dengan radioterapi dan/atau kemoterapi. Kombinasi ini akan menurunkan risiko kanker untuk datang kembali di masa yang akan datang. Setelah glosektomi, biasanya juga dilakukan operasi rekonstruksi untuk menggantikan lidah yang diangkat.

 

  • Radioterapi

Radioterapi menggunakan sinar radiasi yang dipancarkan ke kanker. Terapi ini dapat dilakukan satu hingga dua kali per hari, lima kali per minggu, selama dua sampai delapan minggu. Pengobatan untuk stadium lanjut, biasanya mengombinasikan kemoterapi dan radioterapi (kemoradiasi).

 

  • Kemoterapi

Kemoterapi merupakan terapi dengan obat-obatan yang dapat membunuh sel-sel kanker. Obat akan diberikan dengan cara diminum atau disuntikkan ke pembuluh darah. Kemoterapi sering menjadi pilihan ketika kanker telah berada pada stadium lanjut dan telah ditemukan penyebaran. Kemoterapi dapat dilakukan pada pasien rawat jalan, walaupun beberapa kasus memerlukan rawat inap.

 

  • Terapi target

Terapi target efektif diberikan pada kanker stadium awal maupun lanjut. Obat-obatan yang digunakan dalam terapi target adalah obat yang dapat mengikat protein spesifik pada sel kanker dan mengganggu pertumbuhannya.

 

Jika kanker belum menyebar luas ke luar mulut dan orofaring, kemungkinan untuk sembuh total akan lebih tinggi. Namun, jika kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain, peluang untuk bisa sembuh total sangat kecil. Pada tahap ini, tujuan utama pengobatan hanyalah untuk menghambat perkembangan kanker dan mengurangi gejala. Rehabilitasi seperti terapi bicara juga dapat membantu pasien meringankan gejala yang dialami.

 

Masing-masing pilihan terapi akan menyebabkan berbagai efek samping. Namun, pasien dapat meminta bantuan dokter untuk membantu memulihkan kondisi pasien sehingga merasa lebih nyaman dan dapat beraktivitas kembali.

 

Pencegahan

 

Meskipun belum ditemukan metode yang pasti untuk mencegah kanker lidah ini, alangkah baiknya bila seseorang selalu menerapkan pola hidup yang baik. Hal ini juga tetap disarankan bagi orang yang telah menderita kanker lidah sekalipun. Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk menghindari kanker lidah:

  • Menghindari minum alkohol.
  • Menghindari kebiasaan menggunakan tembakau seperti merokok.
  • Menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, gusi, serta mulut dengan baik.
  • Melakukan konsultasi dan pemeriksaan pada dokter secara rutin.
  • Meningkatkan konsumsi makanan sehat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Antioksidan serta vitamin yang ada pada buah dan sayur dapat mengurangi risiko terjangkit kanker lidah. Konsumsi sayur dan buah secara teratur juga dapat membuat tubuh memiliki asupan gizi yang lebih lengkap sehingga tubuh menjadi lebih sehat.
  • Olahraga serta istirahat yang teratur.
  • Kurangi stres dan luangkan waktu untuk aktivitas yang disukai.
  • Melakukan hubungan seksual secara sehat. Hindari hubungan seksual melalui oral maupun anal.
  • Melakukan vaksinasi HPV baik untuk laki-laki maupun perempuan (disarankan oleh The Centers for Disease Control and Prevention).

 

Prognosis

Pasien yang datang ketika kanker masih stadium awal, maka kanker dapat ditangani dengan operasi atau terapi radiasi. Tingkat kesembuhannya mencapai 90% hingga 100%. Tingkat ketahanan hidup setelah 1 tahun untuk semua stadium adalah 81%. Setelah 5 tahun tingkat ketahanan hidup adalah 56% dan setelah 10 tahun menjadi 41%. Sekitar 60% orang dengan kanker lidah akan hidup paling tidak lima tahun setelah didiagnosis.