Kanker Kulit

Oleh : dr. Melyda
Share

Kanker kulit adalah pertumbuhan sel kulit yang tidak normal dan tidak terkendali. Kanker kulit merupakan jenis kanker tersering yang ditemukan di Amerika Serikat. Menurut American Academy of Dermatology, diperkirakan hampir 9.500 penduduk di Amerika Serikat terdiagnosis kanker kulit setiap harinya. Di Indonesia sendiri berdasarkan data dari Badan Registrasi Kanker Ikatan Ahli Patologi Indonesia (BRKIAPI) dan Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2011, kanker kulit menempati urutan ke-4 dari 10 kanker ganas primer tersering pada laki-laki dan urutan ke-6 dari 10 kanker ganas primer tersering pada perempuan.

 

SEKILAS MENGENAI KULIT

 

Kulit merupakan organ terluas di tubuh manusia. Kulit terdiri dari dua lapisan utama:

  • Epidermis

Epidermis merupakan lapisan teratas dari kulit. Epidermis terdiri dari sel skuamosa, sel basal, dan sel melanosit yang tersebar di antara sel basal. Sel skuamosa melindungi kulit bagian bawah dari paparan ancaman zat asing dari luar tubuh. Sel basal bertugas membelah diri dan membentuk sel-sel kulit baru. Sel melanosit terdapat di lapisan terdalam dari epidermis dan berfungsi untuk membuat warna pigmen di kulit. Ketika kulit terpapar radiasi sinar ultraviolet (umumnya dari matahari), melanosit akan memproduksi lebih banyak pigmen sehingga warna kulit menjadi lebih gelap.

 

  • Dermis

Dermis terletak di bawah epidermis. Dermis terdiri dari pembuluh darah, pembuluh limfa (getah bening), kelenjar keringat, dan kelenjar minyak.

 

 

Screen%20Shot%202017-11-07%20at%2011.16.03%20PM.png

Sumber : National Cancer Institute dan National Comprehensive Cancer Network

 

TIPE KANKER KULIT


Jenis kanker kulit dibedakan sesuai dengan tipe sel yang berkembang menjadi ganas. Utamanya, ada tiga macam kanker kulit:

  1. Karsinoma sel basal (KSB)

Karsinoma sel basal adalah jenis kanker yang menyerang sel basal di kulit. Tipe ini merupakan tipe yang paling sering ditemukan. KSB bermula pada sel basal pada lapisan epidermis. KSB ditemukan pada bagian kulit yang paling sering terkena sinar matahari, seperti wajah.

Sumber : American Academy of Dermatology

 

  1. Karsinoma sel skuamosa (KSS)

Karsinoma sel skuamosa adalah jenis kanker yang bermula pada sel skuamosa pada lapisan epidermis. Pada orang berkulit gelap, KSS biasanya ditemukan pada bagian tubuh yang jarang terkena sinar matahari, seperti kaki. Akan tetapi pada orang berkulit putih, KSS biasanya ditemukan pada bagian tubuh yang sering terkena paparan sinar matahari, contohnya kepala, wajah, telinga, dan leher.

Sumber : American Academy of Dermatology

 

  1. Melanoma

Melanoma merupakan kanker yang bermula dari melanosit (sel pigmen). Pada laki-laki, melanoma sering ditemukan di kulit kepala, leher, atau antara bahu dan panggul. Pada wanita, melanoma juga sering ditemukan pada bagian tubuh antara bahu dan panggul, tetapi juga umum ditemukan di kaki. Melanoma jarang terjadi pada orang berkulit gelap. Jika terjadi pada orang berkulit gelap, melanoma biasanya ditemukan di bawah kuku tangan atau kaki, telapak tangan, atau telapak kaki.

Sumber : American Academy of Dermatology

 

Kanker kulit dapat menginvasi jaringan normal di sekitarnya, sekaligus juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Melanoma merupakan jenis kanker kulit yang lebih sering menyebar ke bagian tubuh lainnya dibandingkan dengan dua tipe lainnya.

 

SIAPA SAJA YANG BERISIKO TERKENA KANKER KULIT?

 

Faktor risiko kanker kulit dibedakan menjadi dua, yaitu faktor risiko untuk mengalami kanker kulit secara umum (KSS, KSB, atau melanoma) dan faktor risiko yang spesifik untuk jenis kanker tertentu. Secara umum, faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan mengalami kanker kulit:

  • Paparan sinar matahari

Paparan sinar matahari merupakan sumber dari radiasi sinar ultraviolet. Radiasi tersebut mengakibatkan kerusakan sel kulit sehingga menjadi faktor risiko utama terjadinya semua tipe kanker kulit. Apalagi bila paparan sinar matahari terjadi secara berlebihan hingga mengakibatkan luka bakar ringan, maka risiko kanker kulit semakin meningkat, terutama pada usia dewasa. Paparan sinar matahari yang tinggi biasanya dialami oleh orang yang tinggal di daerah dengan iklim tropis atau dataran tinggi. Tidak hanya tempat tinggal, warna kulit tertentu juga lebih mudah mengalami luka bakar akibat sinar matahari, yaitu memiliki kulit warna putih dan pucat, mata warna biru atau abu-abu, dan rambut pirang atau merah.

  • Riwayat kanker kulit sebelumnya

Pasien yang sudah pernah terkena melanoma sebelumnya berisiko terkena melanoma lagi. Pasien yang terkena KSS atau KSB juga berisiko terkena kanker kulit jenis lainnya.

  • Riwayat keluarga

Seseorang berisiko terkena kanker kulit apabila terdapat dua orang atau lebih anggota keluarganya yang pernah menderita kanker kulit.

  • Obat-obatan

Beberapa jenis obat antibiotik, hormon, atau antidepresi dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari sehingga meningkatkan risiko kanker kulit. Kondisi medis tertentu yang menekan sistim imun juga bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit.

 

Faktor risiko spesifik untuk melanoma:

  • Memiliki nevus displastik

Nevus displastik merupakan jenis tahi lalat yang terlihat berbeda dari tahi lalat pada umumnya. Nevus displastik biasanya berukuran lebih panjang, warnanya bermacam-macam (dari merah muda sampai coklat tua), batasnya terlihat samar-samar dibandingkan dengan kulit normal sekitarnya, dan teraba halus tetapi sedikit bersisik atau kasar.

  • Memiliki lebih dari 50 buah tahi lalat

Tahi lalat biasanya berukuran lebih kecil dari kacang hijau, mempunyai satu warna (merah muda, hitam, atau coklat), dan berbentuk bulat atau oval dengan permukaan yang lembut. Mempunyai lebih dari 50 buah tahi lalat meningkatkan risiko terjadinya melanoma.

 

Faktor risiko yang bisa menyebabkan KSS dan KSB, tetapi tidak melanoma:

  • Adanya bekas luka lama
  • Terpapar oleh zat kimia arsenik
  • Pernah menjalani terapi radiasi

 

Faktor risiko spesifik untuk KSS:

  • Actinic keratosis

Actinic keratosis merupakan penebalan kulit seperti bersisik dan mengelupas. Kondisi ini biasanya ditemukan pada daerah kulit yang sering terpapar sinar matahari, terutama daerah wajah dan punggung tangan. Actinic keratosis merupakan kelainan prakanker yang dapat berkembang menjadi KSS jika tidak diobati dengan baik.

 

Sumber : American Academy of Dermatology

 

  • Human papillomavirus (HPV)

Beberapa tipe HPV dapat menginfeksi kulit dan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit.

 

APA ITU RADIASI SINAR ULTRAVIOLET (UV)?

Terpapar radiasi sinar UV merupakan faktor risiko utama terjadinya kanker kulit. Sinar matahari merupakan sumber utama radiasi UV. Radiasi UV ini merusak DNA sel kulit yang mengontrol pertumbuhan sel sehingga pembelahan sel menjadi tidak terkendali.

 

Sinar UV terdiri atas tiga macam:

  • Sinar UVA

Sinar ini merusak DNA kulit dan berkaitan dengan kerusakan kulit jangka panjang, seperti timbulnya keriput di kulit.

  • Sinar UVB

Sinar ini dapat merusak DNA sel kulit secara langsung. Sinar ini juga menjadi penyebab utama terjadinya sunburn (luka bakar ringan akibat sinar matahari). Sinar ini juga diduga menjadi penyebab dari hampir semua jenis kanker kulit.

  • Sinar UVC

Sinar ini merupakan sinar yang paling berbahaya bagi kulit. Untungnya, sinar UVC dapat diserap atmosfer bumi sebelum mencapai permukaan tanah.

 

Jumlah paparan sinar UV yang diterima tiap orang berbeda-beda, tergantung dari seberapa kuat sinar UV tersebut, seberapa lama kulit terpapar, dan seberapa terlindungi kulit oleh pakaian atau tabir surya. Orang yang tinggal di daerah dengan paparan sinar matahari cerah sepanjang tahun berisiko lebih tinggi untuk terkena kanker kulit. Sunburn dan tanning (penggelapan kulit karena sinar matahari) merupakan akibat jangka pendek dari paparan UV. Paparan jangka panjang paparan UV dapat berupa penuaan kulit, keriput, kulit menjadi tidak elastis, timbul bercak hitam, dan muncul lesi prakanker pada kulit.

 

GEJALA DAN TANDA KANKER KULIT

 

MELANOMA

Tanda pertama yang sering muncul dari melanoma adalah sebuah tahi lalat atau bercak pada kulit yang terlihat tidak normal. Tahi lalat yang baru muncul atau tahi lalat lama yang berubah bentuk perlu dicurigai sebagai suatu melanoma. Namun, biasanya melanoma tidak muncul dari tahi lalat yang sudah lama ada. Penting untuk menyadari kehadiran melanoma sedini mungkin sebelum melanoma berkembang ke lapisan kulit lebih dalam lagi.

 

Semakin dalam melanoma bertumbuh, semakin besar kesempatan untuk menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pengobatan biasanya dilakukan pada melanoma yang belum menyebar. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengetahui perbedaan tahi lalat, bercak, atau kelainan kulit yang normal dan tidak normal. Tahi lalat yang normal biasanya hanya memiliki satu jenis warna, yaitu coklat atau hitam. Selain itu, rata-rata ukurannya kurang dari 6 mm dan berbentuk oval. Tahi lalat normal mempunyai warna, ukuran, dan bentuk yang selalu sama selama bertahun-tahun dan terkadang dapat memudar atau bahkan menghilang dari kulit. Daftar “ABCDE” dapat digunakan untuk membedakan tahi lalat normal dengan melanoma.

 

A (Asymmetry)

Melanoma mempunyai bentuk yang tidak simetris dan tidak dapat dibagi menjadi dua sama rata

B (Border)

Pinggirannya tidak rata dan kasar

C (Color)

Warna campuran atau bervariasi

D (Diameter)

Diameter biasanya lebih dari 6 mm

E (Evolving)

Berubah ukuran, bentuk, warna, atau tekstur dalam hitungan minggu atau bulan

 

Permukaan lesi melanoma terkadang juga dapat berdarah, terasa gatal, keras, ataupun terasa nyeri.

Screen%20Shot%202017-11-08%20at%2010.52.45%20AM.png

Sumber : National Comprehensive Cancer Network

 

KARSINOMA SEL BASAL DAN KARSINOMA SEL SKUAMOSA

 

KSB umumnya terjadi pada daerah kulit yang sering terpapar sinar matahari, seperti wajah. Tanda awal yang bisa dikenali adalah munculnya benjolan-benjolan putih, kecil, dan mengkilat. Benjolan tersebut kadang berdarah dan dapat menjadi keropeng atau kerak. KSB juga dapat berupa bercak-bercak merah atau coklat bersisik.

 

KSS pada orang berkulit gelap biasanya ditemukan pada bagian tubuh yang jarang terkena sinar matahari, seperti kaki. Akan tetapi pada orang berkulit putih, KSS biasanya ditemukan pada bagian tubuh yang sering terkena paparan sinar matahari, contohnya kepala, wajah, telinga, dan leher. Tanda awal yang muncul adalah kulit bersisik seperti koreng. Koreng tersebut juga dapat tumbuh seperti kutil. Penting untuk mengenali tanda dan gejala yang muncul sedini mungkin, sehingga pengobatan dapat dilakukan dengan maksimal.

 

Screen%20Shot%202017-11-07%20at%209.24.57%20PM.png

Benjolan yang kadang berdarah, atau berkembang menjadi keropeng atau kerak

Screen%20Shot%202017-11-07%20at%209.25.15%20PM.png

Bercak datar kemerahan yang kasar, kering, atau bersisik, kadang terasa gatal dan nyeri

Screen%20Shot%202017-11-07%20at%209.25.43%20PM.png

Plak kemerahan atau kecoklatan yang kasar dan bersisik

Screen%20Shot%202017-11-07%20at%209.26.01%20PM.png

Benjolan yang kecil, lembut, pucat, mengkilat, atau lunak

Screen%20Shot%202017-11-07%20at%209.26.14%20PM.png

Benjolan padat kemerahan

 

Sumber : National Cancer Institute

 

 

BAGAIMANA MENEGAKKAN DIAGNOSIS KANKER KULIT?

 

Jika pasien menemukan suatu perubahan yang janggal di kulitnya, maka ia bisa meminta pendapat ke dokter. Dokter akan memeriksa kelainan kulit tersebut sebagai sebuah kanker atau tidak. Jika dokter menduga lesi tersebut sebagai kanker, dokter akan melakukan biopsi (pengambilan sedikit sampel dari kelainan). Dokter akan mengangkat sebagian atau seluruh bagian kulit yang terlihat tidak normal melalui pembedahan kecil, lalu sampelnya dikirim ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop. 

 

Terdapat empat jenis biopsi kulit:

  • Shave biopsy: biopsi menggunakan alat yang mirip dengan pisau cukur untuk mengikis jaringan dari permukaan kulit.
  • Punch biopsy: biopsi menggunakan alat khusus yang tajam dengan ujung bundar untuk mengangkat jaringan pada area yang dicurigai kanker.
  • Biopsi insisi: biopsi menggunakan pisau skalpel untuk mengangkat sebagian dari kelainan kulit yang dicurigai sebagai kanker.
  • Biopsi eksisi: biopsi menggunakan pisau skalpel untuk mengangkat seluruh jaringan yang dicurigai beserta sedikit jaringan normal di sekitarnya. Jenis biopsi ini yang paling sering digunakan apabila ada kecurigaan ke arah melanoma.

 

Tes lanjutan akan dilakukan apabila terdapat kekhawatiran bahwa sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti pemeriksaan darah lengkap, rontgen, computed tomography (CT) scan, atau magnetic resonance imaging (MRI).

 

STADIUM KANKER

Penetapan stadium kanker kulit didasarkan pada:

  • Ukuran kelainan kulit
  • Seberapa dalam sel kanker berkembang ke dalam lapisan kulit
  • Apakah sel kanker telah menyebar ke pembuluh limfa sekitar atau bagian tubuh lainnya

STADIUM MELANOMA

Stadium 0

Melanoma hanya berada di permukaan kulit teratas, disebut juga sebagai melanoma in situ.

Stadium I

Tebal tumor tidak lebih dari 1 mm, dengan permukaan tampak rusak atau retak. Atau, tebal tumor antara 1–2 mm, namun permukaannya tidak tampak rusak.

Stadium II

Tebal tumor antara 1–2 mm dengan permukaan tampak rusak.

Atau, tebal tumor lebih dari 2 mm dengan permukaan kulit yang rusak.

Stadium III

Melanoma sudah meyebar paling tidak ke satu atau lebih pembuluh limfa (getah bening) atau jaringan sekitarnya

Stadium IV

Melanoma telah menyebar ke organ tubuh lainnya, seperti paru-paru, tulang, otak, atau bagian kulit lainnya.

 

STADIUM KANKER SEL BASAL DAN KANKER SEL SKUAMOSA

Stadium 0

Kanker hanya berada di permukaan kulit teratas, disebut juga sebagai carcinoma in situ.

Stadium I

Lebar tumor sampai dengan 2 cm.

Stadium II

Lebar tumor lebih dari 2 cm.

Stadium III

Sel kanker telah menyebar ke tulang rawan, otot, atau tulang di bawah kulit, dan ke kelenjar getah bening sekitarnya.

Stadium IV

Kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya (KSB jarang menyebar ke bagian tubuh lainnya).

 

PENGOBATAN KANKER KULIT

 

Pengobatan kanker kulit bervariasi macamnya, tergantung dari tipe dan stadium kanker, ukuran dan letak kanker, serta kesehatan secara umum. Tujuan pengobatan utama adalah mengangkat kanker seluruhnya. Operasi merupakan pengobatan yang biasanya dilakukan pada kanker kulit. Pada beberapa kasus tertentu, mungkin diperlukan pengobatan lanjutan, seperti kemoterapi, terapi fotodinamik, atau terapi radiasi. Pasien dengan melanoma juga mungkin membutuhkan terapi biologis.

 

OPERASI

Pada umumnya, operasi dilakukan untuk mengangkat sel kanker dan sebagian sel normal di sekitarnya. Pengangkatan sel normal di sekitarnya bertujuan untuk mencegah tersisanya sebagian kecil sel kanker di daerah tersebut.

 

Beberapa metode operasi yang biasanya dilakukan:

  • Pembedahan eksisional

Operasi ini mengangkat kanker seluruhnya beserta jaringan sehat di sekitarnya untuk kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

  • Pembedahan mikrografik Mohs

Metode pembedahan ini biasanya dilakukan pada KSS dan KSB. Dokter akan mengikis lapis demi lapis tumor sambil diperiksa di bawah mikroskop sampai kepada lapisan yang dipastikan bebas dari sel kanker. Beberapa orang mungkin membutuhkan terapi radiasi tambahan setelah pembedahan untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tersisa.

  • Kuretase

Metode ini biasanya dilakukan untuk mengangkat KSS atau KSB. Setelah mengangkat tumor, dokter akan melakukan pembakaran (kauterisasi) dengan alat khusus untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa. Metode ini cepat dan simpel.

  • Krioterapi

Metode ini menjadi pilihan untuk KSS atau KSB yang sangat tipis atau stadium awal. Krioterapi dilakukan dengan menggunakan bahan yang sangat dingin, biasanya nitrogen cair, langsung pada kulit untuk membekukan dan membunuh sel kanker.

 

KEMOTERAPI

Metode kemoterapi menggunakan beberapa jenis obat untuk membunuh sel kanker, biasanya pengaplikasiannya dengan mengoleskan ke kulit yang terkena. Krim antikanker digunakan untuk KSB atau actinic keratosis. Obat kemoterapi juga dapat diberikan melalui mulut atau dengan suntikan ke pembuluh darah vena, tergantung letak dan seberapa jauh kanker telah menyebar. Kemoterapi membawa beberapa efek samping, antara lain rambut rontok, nafsu makan menurun, mual, muntah, diare, mulut kering dan sariawan, serta kelainan darah lainnya.

 

TERAPI FOTODINAMIK

Terapi ini biasanya dilakukan untuk KSS atau KSB stadium awal. Krim jenis tertentu akan dioleskan ke kulit atau disuntikkan melalui pembuluh darah vena. Obat tersebut akan diserap oleh sel kanker. Lalu, dilakukan penyinaran untuk mengaktifkan obat yang telah diserap tadi untuk membunuh sel kanker. Jika mendapat terapi fotodinamik, pasien harus menghindari paparan langsung sinar matahari minimal 6 minggu setelah pengobatan.

 

TERAPI BIOLOGIS

Terapi ini biasa dilakukan pada melanoma. Pengobatan dilakukan dengan meningkatkan sistem imun tubuh melawan kanker. Salah satu obat yang digunakan adalah interferon. Interferon disuntikkan melalui pembuluh darah vena untuk memperlambat pertumbuhan melanoma. Obat lainnya adalah interleukin-2 (IL-2). IL-2 diberikan disuntikkan melalui pembuluh darah vena untuk membantu imun tubuh membunuh sel kanker. Efek samping obat yang diberikan, antara lain sakit kepala, lemas, demam, nyeri otot, atau muncul kemerahan pada kulit.

 

TERAPI RADIASI

Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi dilakukan apabila metode pembedahan tidak memungkinkan untuk dilakukan atau kanker sudah menyebar luas.

 

ANGKA KETAHANAN HIDUP PASIEN KANKER KULIT

 

Angka ketahanan hidup dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kondisi individual, tipe, stadium, dan seberapa luas kanker telah menyebar.

 

Berikut merupakan angka ketahanan hidup kanker melanoma berdasarkan penelitian pada 60.000 pasien yang terdaftar dalam American Joint Committee on Cancer (AJCC) 2008

Stadium

Angka ketahanan hidup

5 tahun

Angka ketahanan hidup

 10 tahun

IA

97%

95%

IB

92%

86%

IIA

81%

67%

IIB

70%

57%

IIC

53%

40%

IIIA

78%

68%

IIIB

59%

43%

IIIC

40%

24%

IV

15 – 20%

10 – 15%

 

Menurut Canadian Cancer Society, angka ketahanan hidup untuk kanker sel basal dan kanker sel skuamosa sangat baik. Angka ketahanan hidup 5 tahun untuk kanker sel basal adalah 100% dan kanker sel skuamosa kurang lebih 95%.

 

PENCEGAHAN

 

Hal utama yang perlu dilakukan untuk mencegah kanker kulit adalah melindungi tubuh dari sinar matahari:

  • Hindari aktivitas di luar rumah pada tengah hari, terutama jam 10.00–16.00
  • Gunakan baju berlengan panjang dan celana panjang
  • Gunakan topi yang dapat menutupi wajah, leher, dan telinga
  • Gunakan kacamata yang dapat menyerap radiasi UV untuk melindungi kulit di sekitar area mata
  • Gunakan tabir surya dengan faktor pelindung matahari (sun protecting factor/SPF) minimal 15. Beberapa dokter mungkin menganjurkan minimal SPF 30. Aplikasikan tabir surya 30 menit sebelum keluar rumah dan setiap 2 jam atau setelah berenang atau berkeringat. Tabir surya dapat melindungi kulit, terutama dari radiasi UVA dan UVB.
  • Hindari kebiasaan berjemur atau tanning
  • Hindari penggunaan tanning bed. Tanning bed yang digunakan untuk menggelapkan warna kulit memancarkan radiasi UV yang berbahaya bagi kulit
  • Lakukan pengecekan kulit secara rutin
  • Konsultasikan kepada dokter apabila terdapat perubahan kulit yang dirasa tidak wajar

 

CARA MENGECEK KULIT

Penting untuk mengecek kondisi kulit secara keseluruhan minimal satu kali dalam sebulan. Agar hasil maksimal, lakukan sehabis mandi dengan menggunakan cermin panjang dan cermin genggam. Pertama-tama, pelajari lokasi tanda lahir, tahi lalat, dan bercak lainnya yang ada di tubuh. Perhatikan bentuk, warna, dan sensasi perabaan pada permukannya. Kemudian, periksa bercak atau tahi lalat yang baru.

 

Periksalah mulai dari kepala hingga ujung kaki. Ikuti langkah berikut.

  1. Perhatikan kulit kepala, wajah, leher, telinga, dada, punggung, dan perut. Gunakan sisir untuk menyisihkan rambut agar kulit kepala terlihat lebih jelas. Pada wanita, periksa juga kulit di bawah payudara.

Sumber : American Cancer Society

 

  1. Periksa ketiak kiri dan kanan, kedua lengan atas dan bawah, telapak dan punggung tangan hingga jari-jari tangan.

Sumber : American Cancer Society

 

  1. Duduklah. Periksa kedua paha bagian depan, lutut, kaki, sela-sela jari, dan jari kaki.

Sumber : American Cancer Society

 

  1. Gunakan cermin genggam untuk memeriksa paha bagian belakang, telapak kaki, dan tumit. Lakukan pada bagian kanan dan kiri

Sumber : American Cancer Society

 

  1. Gunakan cermin genggam untuk memeriksa pantat, alat kelamin, punggung belakang, leher belakang, dan telinga belakang.

Sumber : American Cancer Society

 

  1. Atau, berbaliklah membelakangi cermin panjang, lalu perhatian bagian belakang tubuh dengan menggunakan cermin genggam.

 

Sumber : American Cancer Society

 

 

Dengan melakukan pengecekan kulit tubuh secara teratur, setiap orang akan lebih mudah menyadari apabila ada perubahan yang janggal terhadap tubuhnya.