KANKER GINJAL

Oleh : dr. Anita Tiffany
Share

Pendahuluan

Ginjal adalah organ yang penting bagi manusia karena berfungsi untuk menyaring kotoran di dalam darah dan mengeluarkannya dalam bentuk urine. Fungsi lainnya adalah mempertahankan keseimbangan cairan dan asam-basa dalam tubuh, mengatur tekanan darah, dan terlibat dalam produksi sel darah. Manusia memiliki sepasang ginjal (kanan dan kiri) yang berbentuk menyerupai kacang. Ginjal kanan terletak di bagian belakang hati. Sedangkan ginjal kiri terletak di belakang lambung. Ginjal kanan terletak lebih rendah dibandingkan ginjal kiri.

Capture.JPG


Gambar 1. Anatomi Ginjal1

Sumber: available from https://www.cancer.org/cancer/kidney-cancer/about/what-is-kidney-cancer.html

 

Kanker ginjal merupakan tumor ganas pada ginjal yang berasal dari sel di ginjal. Terdapat beberapa tipe kanker ginjal, yaitu kanker sel ginjal/renal cell carcinoma (RCC), kanker sel transisi /trantitional cell carcinoma (TCC). Dalam artikel ini, akan dibahas lebih mendalam mengenai kanker ginjal.

 

Epidemiologi

Insiden atau kasus baru kanker ginjal meningkat 2% dalam satu dekade terakhir di seluruh dunia. Berdasarkan data dari (GLOBOCAN) 2008, tiga dari 100.000 penduduk terdiagnosis kanker ginjal setiap tahunnya. Sayangnya, di Indonesia belum terdapat data mengenai jumlah kasus kanker ginjal. Kanker ginjal lebih sering ditemukan pada pria dengan kejadian dua kali lipat dibandingkan wanita. Selain itu, kanker ini lebih sering menyerang pada usia 60 tahun ke atas. Semakin tua, maka kemungkinan terkena kanker ginjal lebih tinggi. Jenis kanker ginjal yang tersering adalah jenis RCC dengan proporsi sekitar 85% dari seluruh kanker ginjal. Kemudian disusul oleh kanker ginjal TCC dan jenis lainnya dengan proporsi 12%.

 

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti kanker ginjal belum diketahui. Namun, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker ginjal, yaitu:

  • Merokok
  • Obesitas
  • Memiliki anggota keluarga yang mengalami kanker ginjal
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Kurang aktivitas fisik atau olahraga
  • Sindrom Von Hippel-Lindau (kelainan genetik yang menyebabkan kista atau tumor jinak pada organ dalam perut)
  • Riwayat dialisis berulang pada pasien dengan gagal ginjal

 

Jenis Kanker Ginjal

  1. Renal cell carcinonoma (RCC)

RCC berasal dari parenkim ginjal yang berfungsi untuk menyaring darah. Jenis kanker ginjal ini menempati urutan kedelapan sebagai kanker tersering pada orang dewasa. Di Amerika Serikat, RCC menyebabkan 3–4% dari keseluruhan kasus kanker. Gejala yang sering ditemukan adalah adanya nyeri pinggang, urine berwarna kemerahan atau kecokelatan, dan adanya massa ginjal yang dapat diraba. Selain itu, dapat disertai keluhan lain yang tidak khas, yaitu penurunan berat badan dan nafsu makan, mudah lelah, serta sering demam tanpa penyebab yang jelas.

  1. Trantitional cell carcinoma (TCC)

TCC berasal dari bagian pelvis ginjal yang berfungsi sebagai tempat berkumpulnya urine dan menyalurkannya ke kandung kemih. Jenis kanker ini cukup jarang ditemui. Gejala yang ditimbulkan mirip dengan kanker RCC.

  1. Tumor Wilms/nefroblastoma

Tumor Wilms atau yang dikenal sebagai nefroblastoma sering ditemukan pada anak. Tumor ini jarang terjadi pada orang dewasa. Sebagian besar kasus terjadi sebelum usia 5 tahun, yaitu sebanyak 75–80% kasus. Sekitar 2–5% kasus tumor Wilms terjadi pada kedua ginjal. Pasien jarang menunjukkan keluhan seperti nyeri perut, kencing kemerahan, atau demam. Keluhan yang sering ditemukan (pada 90% kasus) adalah adanya benjolan atau massa di perut.

 

Derajat keparahan

Salah satu yang cara untuk menilai tingkat keparahan atau stadium adalah menggunakan klasifikasi TNM. Dalam klasifikasi ini, yang dinilai adalah ukuran kanker, keterlibatan adrenal atau kelenjar getah bening, dan penyebaran jauh ke organ tubuh lain (misalnya paru-paru atau tulang). Berikut adalah klasifikasi TNM menurut American Joint Committe on Cancer (AJCC) 2010:

T

Tumor: menilai adanya pertumbuhan tumor primer dan diukur dalam satuan sentimeter (cm).

 

Tx: tumor primer tidak dapat dinilai.

T0: tidak terdapat adanya bukti tumor primer.

T1: ukuran tumor <7 cm (jika terdapat beberapa tumor, yang diukur adalah tumor berukuran terbesar), terbatas di ginjal.

T2: ukuran tumor >7 cm, terbatas pada ginjal.

T3: tumor telah meluas ke pembuluh darah vena besar, tetapi tidak menyebar ke kelenjar adrenal dan tidak melewati fasia ginjal (selaput yang melindungi ginjal).

T4: tumor sudah meluas hingga keluar fasia ginjal.

 

 

N

Nodus: menilai adanya keterlibatan kelenjar getah bening di sekitar ginjal.

 

Nx: penyebaran kelenjar getah bening regional tidak dapat dinilai.

N0: tidak terdapat penyebaran ke kelenjar getah bening regional.

N1: sudah terdapat penyebaran ke kelenjar getah bening.

 

M

Metastasis: menilai adanya penyebaran sel kanker ke organ lain seperti paru-paru, otak, hati, tulang, dan kelenjar getah bening yang letaknya jauh dari ginjal.

 

M0: tumor tidak menyebar ke organ lain yang jauh.

M1: ditemukan penyebaran ke organ lain yang jauh.

 

 

Berikut adalah pengelompokan stadium berdasarkan TNM (AJCC 2010):

  • Stadium I : T1, N0, M0
  • Stadium II : T2, N0, M0
  • Stadium III : T1/T2, N1, M0; atau T3, N0/N1, M0
  • Stadium IV : T4, semua tahap N, M0; atau semua tahap T, semua tahap N, M1

Gambar 2. Stadium berdasarkan TNM

Sumber: The University of Texas. Anderson Cancer Center. 2008.

 

 

Gejala

Kanker ginjal stadium awal umumnya tidak menimbulkan gejala. Seiring bertambahnya stadium, dapat muncul beberapa keluhan seperti berikut:

  • Nyeri punggung
  • Sering mengalami demam yang tidak diketahui penyebabnya
  • Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas
  • Kelelahan terus-menerus
  • Urine bercampur darah sehingga berwarna kemerahan atau kecokelatan
  • Nafsu makan menurun
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Anemia atau kurang darah
  • Benjolan di sekitar perut

Keluhan-keluhan di atas tidak terlalu spesifik atau khas. Apabila Anda mengalami keluhan tersebut, tidak dapat langsung disimpulkan bahwa Anda mengalami kanker ginjal. Diperlukan pemeriksaan oleh dokter serta pemeriksaan lanjutan lain. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, barulah diagnosis kanker ginjal dapat ditegakkan.

 

Penegakan diagnosis

Untuk menentukan diagnosis kanker ginjal, diperlukan anamnesis (proses tanya-jawab antara dokter, pasien, dan keluarga pasien jika diperlukan), pemeriksaan fisik (pemeriksaan sederhana oleh dokter), dan pemeriksaan penunjang (pemeriksaan tambahan, misalnya laboratorium, dan lain-lain).

  1. Anamnesis

Langkah pertama dalam penegakkan diagnosis adalah anamnesis. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gejala dan faktor risiko terkait kanker ginjal. Gejala yang diperoleh dapat berupa adanya keluhan mudah merasa lelah, sering terlihat pucat, riwayat anemia berulang, penurunan nafsu makan, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Selain itu, dapat ditemukan gejala berupa urine yang bercampur darah sehingga warnanya menjadi kemerahan atau kecokelatan. Pada pasien juga dapat mengeluhkan teraba benjolan di perut.

  1. Pemeriksaan fisik

Pada pemeriksaan oleh dokter, dapat ditemukan tekanan darah tinggi, berat badan yang menurun, demam, kelopak mata terlihat pucat, nyeri di perut atau pinggang, dan teraba massa atau benjolan di perut.

  1. Pemeriksaan penunjang

Dokter dapat melakukan pengecekan laboratorium dengan sampel darah atau urine. Tujuannya adalah untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain, misalnya batu atau infeksi di saluran kemih. Pada pemeriksaan laboratorium darah dapat diketahui fungsi ginjal atau tanda-tanda infeksi. Jenis pemeriksaan lainnya adalah biopsi (pengambilan jaringan ginjal untuk menilai adanya sel kanker di bawah mikroskop), USG, CT-scan, MRI, atau pemeriksaan sinar X/roentgen.

CT-scan mampu menampilkan gambaran penyebaran sel kanker ke organ dan jaringan sekitar. Organ yang sering terkena adalah kelenjar adrenal karena letaknya yang menempel di atas ginjal. Sedangkan MRI memanfaatkan gelombang radio dan magnet untuk memvisualisasi kanker. MRI dapat memperlihatkan pembuluh darah di sekitar ginjal untuk menilai adanya penyebaran ke pembuluh darah besar seperti vena kava.

 

Tata laksana

Terdapat beberapa pilihan terapi kanker ginjal, yaitu operasi, terapi target, dan lain-lain. Terapi target adalah pemberian obat yang efeknya spesifik untuk sel kanker. Terapi target yang sedang dikembangkan saat ini bertujuan untuk menghambat dan mengurangi progresivitas sel kanker, dengan cara menghambat protein kinase (enzim yang terlibat dalam pertumbuhan kanker) dan enzim tirosin. Berbagai obat-obatan yang termasuk terapi target adalah bevacizumab, sunitinib, sorafenib, pazopanib, temsirolimus, axitinib, dan lain-lain. Secara umum, kanker ginjal tidak dapat diobati dengan satu jenis terapi saja. Harus dilakukan kombinasi dari beberapa terapi.

 

Berikut adalah jenis-jenis terapi kanker ginjal:

  1. Operasi

Tindakan operasi bertujuan untuk menghilangkan sel kanker dengan mengangkat sebagian atau seluruh bagian ginjal (nefrektomi). Tindakan ini merupakan penanganan utama pada mayoritas kasus kanker ginjal. Jenis operasi yang dilakukan tergantung dari ukuran,  lokasi, dan penyebaran kanker. Apabila diameter kanker kurang dari 4 cm, operasi hanya dilakukan pada bagian ginjal tertentu. Sedangkan pada kanker yang diameternya sudah melebih 4 cm, seluruh ginjal akan diangkat sehingga pasien hanya memiliki satu ginjal yang tersisa.

  1. Embolisasi

Embolisasi bertujuan untuk mengecilkan ukuran tumor. Cara adalah dengan menghambat aliran darah ke ginjal dari pembuluh darah utama. Suatu zat tertentu disuntikkan ke pembuluh darah. Zat tersebut akan menjadi penyumbat pembuluh darah. Akibatnya, tumor tidak mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi sehingga perkembangannya menjadi terganggu.

  1. Terapi radiasi

Terapi radiasi atau yang dikenal juga sebagai radioterapi menggunakan radiasi untuk melawan sel kanker. Radioterapi juga berguna untuk meringankan atau menghilangkan keluhan nyeri pada pasien kanker, khususnya pada kasus dengan penyebaran sel kanker ke tulang. Meskipun demikian, terapi ini tidak dapat mengobati kanker sepenuhnya.

  1. Krioterapi

Krioterapi bekerja dengan prinsip membekukan sel kanker. Prosedur ini dapat dilakukan apabila pasien tidak dapat dioperasi, misalnya karena kondisi kesehatan pasien yang belum stabil atau ukuran tumor yang terlalu kecil.

  1. Ablasi radiofrekuensi

Prosedur ini menggunakan gelombang radio yang memancarkan panas untuk membunuh sel kanker. Ablasi radiofrekuensi dapat dilakukan untuk kanker ginjal stadium awal. Selain itu, pertimbangan lain dari pemilihan ablasi radiofrekuensi adalah kondisi kesehatan pasien yang tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi atau letak kanker ginjal yang dekat dengan usus sehingga menyulitkan tindakan operasi.

  1. Imunoterapi

Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan sistem imunitas atau kekebalan tubuh sehingga tubuh dapat melawan sel kanker. Salah satu contoh obatnya adalah interferon alfa dan nivolumab.

 

Pencegahan

Risiko kanker ginjal dapat diminimalkan dengan menerapkan pola hidup sehat. Berikut adalah penerapan pola hidup sehat yang disarankan untuk mencegah kanker ginjal:

  • Hindari kebiasaan merokok atau menghisap asap rokok orang lain (perokok pasif).
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin, yaitu 3–4  kali dalam seminggu, masing-masing sekitar 15–30 menit. Jenis aktivitas fisik yang dilakukan adalah berlari, bersepeda, atau berenang
  • Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, terdiri dari karbohidrat, protein, vitamin, lemak, dan mineral. Perbanyak serat seperti buah dan sayuran. Kurangi konsumsi garam dan lemak.
  • Hindari makanan dengan bahan pengawet dan pewarna.
  • Pertahankan berat badan ideal.

 

Prognosis

Prognosis dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu jenis kanker, stadium atau tingkat keparahan kanker ketika terdiagnosis, dan kondisi kesehatan pasien. Peluang keberhasilan pengobatan akan semakin tinggi apabila kanker ginjal terdiagnosis pada stadium awal. Apabila kanker ginjal terlambat untuk didiagnosis dan sudah menyebar ke organ tubuh lain, risiko keberhasilan tata laksana menjadi kecil.

Peluang bertahan hidup dalam jangka waktu 5 tahun pada pasien kanker ginjal stadium awal adalah 90%. Peluang ini akan semakin rendah pada stadium lain. Apabila sudah menyebar ke luar ginjal, angka harapan hidup selama 5 tahun menurun menjadi 70%, bahkan 10% pada kasus yang sudah menyebar jauh ke organ lain.

Pada kanker ginjal, dapat dilakukan operasi untuk mengangkat kanker beserta ginjalnya. Jika belum terjadi penyebaran pada kasus ini, prognosis pasien masih baik. Pasien dapat hidup normal walaupun hanya tersisa satu ginjal.