KANKER ESOFAGUS

Oleh : dr. Melyda
Share

APA SIH ESOFAGUS ITU ?

 

Esofagus disebut juga kerongkongan, merupakan bagian dari saluran pencernaan manusia yang berbentuk seperti tabung panjang di dalam rongga dada. Panjangnya kurang lebih 25 cm.  Makanan yang masuk melalui mulut akan sampai ke lambung melalui esofagus.

../Desktop/Screen%20Shot%202017-12-20%20at%2012.54.41%20PM.png

 

Dinding esofagus terdiri dari beberapa lapisan:

  • Dinding bagian dalam (mukosa): bersifat lebih basah sehingga mempermudah makanan sampai ke lambung.
  • Submukosa: terdapat kelenjar yang menghasilkan mukus untuk menjaga dinding bagian dalam esofagus tetap basah. Selain itu juga terdapat pembuluh darah dan saraf.
  • Lapisan otot: terdiri atas otot yang bergerak mendorong makanan masuk ke lambung.
  • Lapisan paling luar: disebut juga lapisan “adventitia”, terutama terbentuk dari jaringan ikat yang melapisi seluruh bagian luar esofagus serta menghubungkan esofagus dengan jaringan lain di sekitarnya.

 

KANKER ESOFAGUS

Kanker esofagus adalah pertumbuhan abnormal dari sel esofagus. Kanker esofagus dapat menyebar ke jaringan sekitar maupun bagian lain di tubuh melalui pembuluh darah atau pembuluh limfe (getah bening).

Kanker esofagus menduduki peringkat ke-7 penyebab kematian di dunia akibat tumor ganas. Kejadian kanker esofagus di Indonesia masih diperkirakan rendah sehingga penelitian mengenai karakteristik kanker esofagus masih sedikit. Menurut salah satu penelitian mengenai kanker esofagus pada rumah sakit tersier di Yogyakarta dari tahun 2012-2014, penderita kanker esofagus paling sering ditemukan pada laki-laki (75%) dan rentang usia antara 61–65 tahun.

Terdapat 2 tipe utama dari kanker esofagus berdasarkan jenis sel yang terkena:

  • Adenokarsinoma

Di Amerika, adenokarsinoma merupakan tipe kanker esofagus tersering.  Sekitar 12.000 dari 18.000 orang Amerika yang terdiagnosis kanker esofagus menderita tipe ini. Biasanya, tipe adenokarsinoma ditemukan pada esofagus bagian bawah, dekat dengan lambung. Adenokarsinoma berhubungan erat dengan kejadian asam lambung yang sering naik ke esofagus (GERD/gastroesofageal reflux disease), penyakit Esofagus Barrett (penyakit pada esofagus bagian bawah), dan obesitas.

 

  • Karsinoma sel skuamosa

Tipe ini sering ditemukan pada esofagus bagian atas dan berhubungan dengan riwayat minum alkohol dan merokok.

APA YANG MENYEBABKAN KANKER ESOFAGUS?

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti kanker esofagus. Namun, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kesempatan terjadinya kanker ini.

Berikut adalah faktor risiko utama kanker esofagus tipe karsinoma sel skuamosa :

  • Merokok
  • Konsumsi alkohol
  • Kurang konsumsi buah-buahan dan sayuran
  • Makan atau mengunyah sirih atau pinang
  • Kondisi medis tertentu, seperti penyakit akalasia (kondisi dimana esofagus kehilangan kemampuan untuk mendorong makanan dari mulut ke perut) dan plummer-vinson syndrome (gejala yang terdiri dari kesulitan menelan, terdapat selaput di esofagus, dan anemia karena kekurangan zat besi dalam jangka waktu lama)

Berikut adalah faktor risiko utama adenokarsinoma esofagus :

  • Esofagus Barrett

Esofagus Barrett merupakan suatu kelainan dimana terjadi pertumbuhan abnormal dari sel bagian dalam esofagus yang digantikan oleh sel yang seharusnya terdapat pada usus. Kejadian ini disebut sebagai “metaplasia”. Fenomena ini terjadi karena sel-sel esofagus bagian bawah beradaptasi terhadap paparan asam lambung yang naik ke esofagus dalam jangka waktu yang lama (tahunan).

Faktor risiko terjadinya Esofagus Barrett adalah Gastroesophageal Reflux-Disease (GERD). GERD merupakan penyakit yang terjadi ketika asam lambung naik ke esofagus. Gejala yang sering muncul adalah rasa terbakar di sekitar ulu hati dan dada. Selain itu, obesitas juga meningkatkan risiko terjadinya Esofagus Barrett karena tingginya kadar asam lambung pada orang obesitas.

 

  • Merokok dan konsumsi alkohol

Kedua perilaku ini dapat meningkatkan kejadian karsinoma sel skuamosa, namun efeknya lebih kecil pada adenokarsinoma.

Faktor lain yang dicurigai berhubungan dengan peningkatan risiko kanker esofagus adalah konsumsi daging merah dalam jumlah berlebihan, konsumsi minuman bersuhu tinggi, atau paparan terhadap bahan kimia tertentu.

BAGAIMANA KANKER ESOFAGUS DIDIAGNOSIS ?

Kanker esofagus dapat dicurigai pada berbagai situasi. Pada orang dengan Esofagus Barrett, skrining secara teratur perlu dilakukan untuk mendeteksi perubahan ke arah adenokarsinoma sedini mungkin. Berikut beberapa gejala yang mungkin dapat muncul pada kanker esofagus :

  • Kesulitan menelan dan cegukan
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di kerongkongan atau punggung belakang
  • Suara serak
  • Batuk lama
  • Muntah atau batuk darah

Walaupun demikian, semua gejala di atas dapat diakibatkan oleh berbagai kondisi lain. Dokter Anda akan mengumpulkan informasi yang lebih mendalam dari setiap keluhan yang Anda rasakan.

Pemeriksaan Fisik

Dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan terkait gejala yang muncul, seperti pemeriksaan pada sekitar area dada dan perut, serta mengecek apakah ada pembesaran kelenjar getah bening sekitar leher dan ketiak.

Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan darah lengkap (sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit) dan kimia darah (fungsi hati, ginjal, dan sebagainya).

Pemeriksaan Endoskopi

Pemeriksaan endoskopi “esophagastroduodenoscopy” dilakukan untuk melihat ke dalam esofagus dan perut. Dokter akan memasukkan selang lentur, tipis, dan panjang melalui mulut ke dalam kerongkongan untuk melihat bagian dinding bagian dalam esofagus dan perut. Jika didapatkan benjolan di dalamnya, dokter akan mengangkat sebagian atau seluruh benjolan melalui alat endoskopi tersebut, untuk selanjutkan diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan di laboratorium diperlukan untuk menentukan apakah benjolan tersebut merupakan kanker serta menentukan jenis kanker. Selama endoskopi, pemeriksaan ultrasound (USG) endoskopi juga dapat dilakukan untuk melihat setiap lapisan esofagus dan kelenjar getah bening. Teknik ini digunakan untuk melihat seberapa jauh kanker telah menyebar di sepanjang dinding esofagus, kelenjar getah bening, atau jaringan sekitar esofagus.

Pemeriksaan Radiologi

Pemeriksaan ini termasuk CT-scan dada dan perut. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan kontras, yaitu sejenis cairan khusus yang akan diminum sebelum pemeriksaan berlangsung. Tujuannya untuk menentukan lokasi tumor di esofagus. CT-scan juga dapat dikombinasi dengan pemeriksaan PET (Positron Emission Tomography), disebut sebagai PET/CT scan untuk menentukan penyebaran kanker pada lokasi yang tidak terdeteksi dengan CT-scan.

Pemeriksaan histopatologi

Spesimen yang diambil melalui endoskopi akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium untuk menegakkan diagnosis kanker dan menentukan karakteristik kanker.

Pemeriksaan HER2

Pada sel esofagus yang normal, terdapat 2 gen yang menghasilkan HER2 (human epidermal growth factor receptor 2). HER2 berfungsi untuk memberikan sinyal kepada sel untuk berkembang dan membelah. Namun, pada sebagian kanker esofagus, terdapat HER2 yang terlalu banyak. Dengan banyaknya HER2, sel kanker akan tumbuh lebih besar dan lebih cepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan HER2 untuk keperluan rencana pengobatan selanjutnya.

STADIUM KANKER ESOFAGUS

Stadium kanker esofagus ditentukan oleh beberapa faktor utama, yaitu :

  • Seberapa dalam kanker menginvasi dinding esofagus
  • Lokasi kanker (esofagus atas, tengah, atau bawah)
  • Apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening, jaringan sekitar, atau ke bagian tubuh lainnya.

 

Stadium

Adenokarsinoma

Karsinoma sel skuamosa

IA

Sel kanker tumbuh pada lapisan dinding dalam (mukosa) esofagus

Sel kanker tumbuh pada dinding lapisan dalam esofagus

IB

Sel kanker tumbuh sampai ke lapisan otot esofagus

Sel kanker tumbuh pada lapisan otot esofagus dan ditemukan pada esofagus bagian bawah

IIA

Sel kanker tumbuh sampai ke lapisan luar “tunika adventitia” esofagus

Sel kanker tumbuh sampai ke lapisan otot dan luar “tunika adventitia” esofagus serta ditemukan pada bagian atas dan tengah esofagus

IIB

Sel kanker tumbuh sampai ke lapisan luar “tunika adventitia” esofagus serta menyebar ke 1 atau 2 kelenjar getah bening

Sel kanker tumbuh sampai ke lapisan otot dan luar “tunika adventitia” esofagus, ditemukan pada bagian atas dan tengah esofagus, serta menyebar pada 1 atau 2 kelenjar getah bening

IIIA

  • Sel kanker tidak tumbuh sampai lapisan terluar esofagus, namun ditemukan pada 3–6 kelenjar getah bening sekitar
  • Atau sel kanker  tumbuh sampai lapisan terluar esofagus dan ditemukan pada 1–2 kelenjar getah bening sekitar.
  • Atau sel kanker telah menyebar pada seluruh dinding esofagus dan jaringan sekitarnya, seperti pleura (lapisan pembungkus paru-paru) dan diafragma, namun tidak ditemukan pada kelenjar getah bening.

IIIB

Sel kanker tumbuh sampai lapisan terluar esofagus dan pada 3–6 kelenjar getah bening di sekitarnya.

IIIC

  • Sel kanker telah menyebar pada jaringan di sekitar esofagus dan ditemukan pada 6 kelenjar getah bening
  • Atau kanker ditemukan pada 7 atau lebih kelenjar getah bening
  • Atau kanker tidak dapat diangkat dengan operasi karena sel kanker telah menyebar sampai ke trakea atau jaringan sekitar lainnya

IV

Kanker esofagus telah menyebar pada bagian tubuh lainnya, seperti hati, paru-paru, atau tulang.

Sumber: National Cancer Institute

PENGOBATAN

Terdapat beberapa pilihan pengobatan pada kanker esofagus :

  • Operasi
  • Terapi radiasi
  • Kemoterapi
  • Terapi target

 

Pengobatan disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker. Anda mungkin dapat menerima lebih dari 1 jenis pengobatan. Misalnya, terapi radiasi dan kemoterapi mungkin diberikan sebelum dilaksanakan operasi.

 

OPERASI

Operasi merupakan pilihan pengobatan kanker esofagus stadium awal. Dokter akan mengangkat bagian esofagus yang terkena, sedikit jaringan sekitarnya, dan kelenjar getah bening terdekat. Terkadang bagian lambung atau usus juga diangkat. Jika hanya sebagian kecil dari lambung yang diangkat, dokter akan kembali menyatukan bagian lambung dengan bagian esofagus yang tersisa. Namun apabila seluruh lambung perlu diangkat, maka dokter akan menyambungkan bagian esofagus yang tersisa ke usus halus.

 

TERAPI RADIASI

Jenis terapi ini dapat menjadi pilihan pengobatan pada seluruh stadium kanker esofagus. Terapi radiasi dapat diberikan sebelum ataupun sesudah operasi. Kemoterapi juga biasanya diberikan bersamaan dengan terapi ini. Radiasi digunakan untuk menghancurkan sel kanker dan mengurangi rasa nyeri akibat penyebaran sel kanker ke tulang maupun jaringan lainnya.

 

Terdapat 2 jenis terapi radiasi pada pengobatan kanker esofagus, yaitu :

  • Terapi radiasi eksternal

Terapi ini menggunakan mesin radiasi di luar tubuh untuk membunuh sel kanker. Terapi ini dilakukan di rumah sakit. Setiap sesi pengobatan biasanya berlangsung kurang dari 20 menit dan diberikan 5 hari per minggu selama beberapa minggu.

 

  • Brachytherapy

Terapi ini menggunakan materi radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh. Dokter akan membius kerongkongan dengan semprot pembius dan memberikan obat yang membuat Anda merasa relaks. Kemudian dokter akan memasukkan sebuah selang yang mengeluarkan radiasi ke dalam esofagus.

 

Efek samping terapi radiasi tergantung dari jenis radiasi, seberapa banyak radiasi yang diberikan, dan bagian tubuh yang menerima radiasi. Terapi radiasi eksternal dapat mengakibatkan nyeri kerongkongan atau kesulitan bernafas. Anda mungkin dapat merasakan sensasi seperti terbakar pada dada saat menelan. Selama beberapa minggu Anda juga mungkin akan merasakan nyeri saat menelan. Terapi radiasi eksternal juga dapat merusak kulit. Biasanya kulit di sekitar dada menjadi merah, kering, dan menggelap. Selama terapi ini Anda juga dapat merasa kelelahan yang berlebihan.

 

KEMOTERAPI

 

Hampir semua orang dengan kanker esofagus menerima kemoterapi. Kemoterapi dapat diberikan tunggal atau bersamaan dengan terapi radiasi. Kemoterapi biasanya menggunakan obat yang disuntikkan melalui pembuluh vena untuk membunuh sel kanker. Efek samping kemoterapi, antara lain: mengganggu kesehatan dan kualitas sel darah dalam tubuh, rambut rontok, nafsu makan menurun, mual dan muntah, diare, bibir kering dan pecah-pecah, kulit memerah, gangguan pendengaran, kaki bengkak, atau rasa kesemutan pada tangan dan kaki.

 

TERAPI TARGET

Jenis terapi ini diberikan pada kanker esofagus yang telah menyebar. Pengobatan ini dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Pengobatan ini biasanya diberikan melalui suntikan pada pembuluh darah. Zat yang disuntikkan dibawa sepanjang aliran darah dan mencapai tempat-tempat penyebaran sel kanker. Efek samping yang muncul hampir sama dengan efek samping akibat kemoterapi.

 

NUTRISI

Penting untuk tetap menjaga keseimbangan nutrisi tubuh sebelum, selama, dan setelah pengobatan kanker selesai. Walaupun demikian, cukup sulit untuk menjaga keseimbangan nutrisi pada kanker esofagus dan serangkaian pengobatannya. Jika Anda merasa sangat kesulitan untuk menelan makanan, dokter mungkin akan memasukkan selang melalui esofagus sebagai alat untuk memasukkan makanan. Terkadang pemberian nutrisi melalui suntikkan pada pembuluh darah vena juga dilakukan. Segera temui dokter Anda untuk mendapat pengobatan yang sesuai dengan keluhan Anda.

 

Anda mungkin dapat mengalami “dumping syndrome” akibat pengangkatan lambung pada operasi kanker esofagus. Gejala “dumping syndrome” antara lain: keram, mual, perut terasa penuh, diare, dan pusing-pusing.

 

Berikut beberapa tips untuk mengurangi gejala-gejala tersebut:

  • Makan lebih sering dengan porsi kecil (6 kali per hari)
  • Telan makanan secara perlahan
  • Makanlah makanan yang padat dan minum air di antara suapan makanan
  • Hindari makanan dan minuman manis
  • Tanyakan pada dokter Anda mengenai kebutuhan suplemen kalsium atau vitamin B12 setelah operasi

 

ANGKA KETAHANAN HIDUP

 

Tidak ada angka pasti yang dapat menyatakan seberapa lama seorang penderita kanker esofagus dapat bertahan hidup. Angka ketahanan hidup tergantung dari berbagai macam faktor, seperti kondisi fisik individual, jenis dan stadium kanker, serta pengobatan yang diterima.

Berikut merupakan angka ketahanan hidup menurut statistik dari USA National Cancer Institute:

 

JIKA KANKER BELUM MENYEBAR

 

Karsinoma sel skuamosa yang sedang atau telah mendapatkan pengobatan:

  • 75% akan bertahan selama 1 tahun atau lebih setelah terdiagnosis
  • 50% akan bertahan selama 2 tahun atau lebih
  • 40% akan bertahan selama 3 tahun atau lebih

 

Adenokarsinoma yang sedang atau telah mendapatkan pengobatan:

  • 80% akan bertahan selama 1 tahun atau lebih setelah terdiagnosis
  • 60% akan bertahan selama 2 tahun atau lebih
  • 50% akan bertahan selama 3 tahun atau lebih

 

JIKA KANKER TELAH MENYEBAR KE KELENJAR GETAH BENING

 

21% penderita akan hidup 5 tahun atau lebih jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening sekitar.

 

KANKER ESOFAGUS STADIUM LANJUT

 

Kanker esofagus dikategorikan sebagai stadium lanjut apabila sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kebanyakan penderita akan bertahan 3–12 bulan setelah terdiagnosis. Hanya sekitar 4% penderita yang dapat bertahan hidup selama 5 tahun atau lebih.

 

ANGKA KETAHANAN HIDUP PADA SEMUA STADIUM SECARA UMUM

  • 40% akan bertahan selama 1 tahun atau lebih setelah terdiagnosis
  • 15% akan bertahan selama 5 tahun atau lebih
  • 12% akan bertahan selama 10 tahun atau lebih.