HADAPI KANKER DENGAN BERAGAM TERAPI

Oleh : dr. Tan Fransisca Dian
Share

Bagi kebanyakan orang, “kanker” umumnya digambarkan sebagai penyakit yang sulit disembuhkan dan tidak memiliki sisa hidup yang panjang. Padahal dengan terapi yang tepat, banyak penderita kanker yang dapat disembuhkan dan dapat beraktivitas kembali. Anggapan mengenai kanker yang salah ini bisa terjadi akibat kurangnya pengetahuan akan penyakit ini. Akibat informasi tentang kanker yang minim ini, tak mengherankan jika banyak penderita kanker enggan untuk berobat ke dokter. Alih-alih berobat ke dokter, mereka justru mempercayai terapi alternatif. Hal ini sungguh disayangkan. Apalagi, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sering disebut BPJS telah menanggung biaya pengobatan kanker.

Saat ini, terapi kanker telah berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Angka penderita kanker yang bertahan hidup pun turut meningkat. Berikut adalah jenis terapi yang dapat digunakan untuk menangani kanker:

  1. Pembedahan (surgery)

Pembedahan biasanya bertujuan untuk mengangkat sel-sel kanker yang telah membentuk massa/benjolan padat. Dalam proses ini, terkadang seluruh organ juga diangkat beserta kelenjar getah bening di sekitarnya. Seberapa luas pengangkatan yang dilakukan sangat bergantung pada ukuran kanker serta stadiumnya. Semakin dini kanker ditangani, tentu semakin baik hasil terapinya.

 

  1. Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan yang bertujuan untuk menyerang sel di dalam tubuh yang membelah dengan cepat, termasuk sel kanker. Namun, sel lain seperti sel-sel di saluran pencernaan atau folikel rambut juga normalnya membelah dengan cepat. Sel-sel normal ini pun ikut terserang oleh obat-obatan kemoterapi. Akibatnya, penderita kanker yang menjalani kemoterapi sering mengeluh rambut rontok atau mual. Keluhan akan segera membaik setelah kemoterapi selesai dijalani penderita.

Kemoterapi dilakukan lebih dari satu kali. Obat yang diberikan pun biasanya berupa kombinasi dari beberapa obat. Kemoterapi dapat dijalani sebelum pembedahan, sesudah pembedahan, atau tanpa pembedahan. Tujuan pemberian kemoterapi sebelum pembedahan adalah untuk mengecilkan ukuran kanker sehingga memudahkan proses pengangkatan massa kanker. Pemberian kemoterapi sesudah pembedahan bertujuan untuk membersihkan sel-sel kanker yang tersisa atau tersebar di bagian tubuh lain. Pemberian kemoterapi tanpa disertai pembedahan biasanya dilakukan pada penderita kanker darah, misalnya leukemia.

 

  1. Radioterapi

Radioterapi memanfaatkan radiasi untuk membunuh sel kanker dan mengecilkan ukuran kanker. Radiasi menyebabkan kerusakan genetik sel kanker. Akibatnya, sel kanker tidak dapat berkembang atau memperbanyak diri. Sama seperti kemoterapi, radioterapi juga dapat menyerang sel sehat yang berada di sekitar sel kanker. Sel sehat yang terkena dapat pulih dan berfungsi kembali setelah beberapa hari pascaterapi. Efek samping yang sering dirasakan mulut kering karena kerusakan kelenjar liur akibat radiasi. Keluhan akan berkurang setelah terapi radiasi selesai dijalani. Dosis radioterapi biasanya tidak langsung diberikan sekaligus, melainkan dibagi menjadi beberapa dosis. Tujuan dari pembagian dosis ini adalah memberikan kesempatan bagi sel sehat untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat dosis radioterapi sebelumnya.

Radioterapi dapat menjadi salah satu pilihan terapi kanker stadium dini. Bila kanker ditemukan pertama kali dalam stadium lanjut, dosis radiasi yang diperlukan untuk membunuh sel kanker akan semakin meningkat. Dosis tinggi ini akan membahayakan organ di sekitar kanker. Sehingga radioterapi tidak menjadi pilihan bagi penderita kanker stadium lanjut. Selain itu, radioterapi juga tidak disarankan untuk anak-anak yang menderita kanker. Telah dibuktikan bahwa radioterapi dapat menyebabkan penurunan kemampuan akademik dan keterlambatan kognitif jika digunakan untuk anak-anak penderita kanker.

 

  1. Terapi hormon

Terapi hormon atau terapi endokrin ditujukan untuk jenis kanker yang menggunakan hormon untuk tumbuh. Terdapat dua macam tujuan terapi hormon, yaitu menghentikan produksi hormon atau mempertahankan kerja normal hormon. Biasanya terapi hormon dikombinasikan dengan terapi kanker lainnya untuk mengecilkan ukuran kanker sebelum terapi pembedahan. Terapi ini juga digunakan untuk menyerang dan membunuh sel kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lain sehingga menurunkan angka kekambuhan kanker pascaterapi.

Contoh kanker yang bergantung terhadap hormon adalah kanker payudara dan kanker prostat. Penekanan produksi hormon estrogen atau testosteron pada kanker tersebut akan membantu menekan pertumbuhan sel kanker. Terkadang operasi pengangkatan organ seperti indung telur atau testis diperlukan untuk menghentikan produksi hormon tersebut.

 

  1. Imunoterapi

Imunoterapi memanfaatkan sistem imun penderita untuk menyerang sel kanker. Terapi ini akan meningkatkan kemampuan sistem imun penderita kanker atau menandai sel kanker. Akibatnya, sistem imun penderita dapat menemukan dan menyerang sel kanker.

Saat ini, sudah diproduksi obat yang kerjanya menyerupai sistem imun manusia, misalnya rituximab ataupun trantuzumab. Keduanya memiliki bentuk dan fungsi menyerupai sel imun manusia yang secara spesifik menyerang sel kanker limfoma atau kanker payudara. Imunoterapi juga dapat diberikan untuk kanker ginjal maupun melanoma (salah satu jenis kanker kulit).

Imunoterapi dapat diberikan dengan beberapa cara, yaitu dikonsumsi dalam bentuk pil, dimasukkan ke dalam cairan infus, disuntikkan, dioleskan di atas kulit, atau dimasukkan ke dalam kateter urine. Vaksin kanker juga termasuk ke dalam imunoterapi. Vaksin ini dapat memicu respons imun tubuh untuk mengenali jenis kanker yang divaksin. Bila nantinya bertemu sel kanker, sistem imun tubuh akan lebih mudah untuk menyerangnya.

 

  1. Targeted therapy

Targeted therapy mirip dengan kemoterapi karena sama-sama menggunakan obat untuk menyerang sel kanker. Namun, targeted therapy menyerang sel kanker lebih tepat dibandingkan kemoterapi. Efek samping yang ditimbulkannya tidak seberat kemoterapi. Terdapat beberapa mekanisme kerja obat targeted therapy, yaitu:

  • Menghambat sinyal kimia yang memerintahkan sel kanker untuk tumbuh.
  • Mengubah susunan protein di dalam sel kanker sehingga sel tidak dapat hidup.
  • Menghentikan pembuatan pembuluh darah baru sehingga sel kanker kekurangan suplai makanan dan oksigen.
  • Memicu sistem imun untuk membunuh sel kanker.
  • Membawa toksin untuk menyerang dan membunuh sel kanker.

Targeted therapy dapat digunakan sebagai terapi utama kanker, meskipun biasanya dikombinasikan dengan terapi kanker lainnya.

Terapi kanker di atas merupakan terapi kanker yang umum dilakukan oleh rumah sakit di Indonesia. Seiring dengan kemajuan teknologi, tentunya pilihan terapi kanker juga semakin bervariasi. Terapi-terapi baru ini dapat meningkatkan angka harapan hidup penderita kanker. Meskipun demikian, pencegahan tentu selalu lebih baik dibanding mengobati. Tanamkan kebiasaan pola hidup sehat sejak usia dini dan pertahankan kebiasaan baik tersebut .