AKTIVITAS FISIK BAGI PENDERITA KANKER

Oleh : dr. Angela Fovina
Share

 

https://pxhere.com/id/photo/1076019/

 

 

Membedakan istilah aktivitas fisik dan olahraga

 

Aktivitas fisik adalah gerakan-gerakan yang menggunakan berbagai otot dan membutuhkan energi. Dengan kata lain, setiap pergerakan tubuh dapat disebut sebagai aktivitas fisik. Contoh aktivitas fisik meliputi menyapu, mencuci baju, membersihkan rumah, dan lain-lain. Istilah ini haruslah dibedakan dengan istilah olahraga. Olahraga merupakan gerakan terencana, terstruktur, dan berulang yang ditujukan untuk meningkatkan atau menjaga kebugaran fisik. Contoh olahraga adalah berlari, berenang, dan bermain tenis.

 

Pemilihan aktivitas fisik bagi penderita kanker

 

Pemilihan aktivitas fisik bagi setiap penderita kanker bisa berbeda-beda, sesuai dengan kondisi dan keinginan pasien. Bagi orang yang kebanyakan hanya duduk sebelum terdiagnosis kanker, aktivitas fisik dapat dimulai dengan berjalan-jalan pelan selama beberapa menit, kemudian ditingkatkan perlahan. Jika pasien sudah lanjut usia dan mengalami penyebaran kanker pada tulang, osteoporosis, atau kelainan lainnya, seperti peradangan sendi atau saraf, maka harus lebih berhati-hati dalam menjaga keseimbangan agar tidak jatuh saat beraktivitas fisik. Apabila penderita kanker tidak mampu berjalan, maka aktivitas fisik dapat dilakukan di tempat tidur. Intinya, haruslah ada aktivitas fisik setiap harinya selama minimal 10–15 menit agar stres berkurang dan kekuatan otot terjaga.

 

Tabel 1 Kata kunci dalam program aktivitas fisik (FITT)

Kata Kunci

Definisi

F — Frequency (Frekuensi)

 

Seberapa sering Anda beraktivitas fisik (diukur setiap hari tiap seminggu sekali)

I — Intensity (Intensitas)

Seberapa keras tubuh Anda bekerja selama aktivitas fisik (dikelompokkan sebagai ringan, sedang, atau berat)

T — Time (Waktu)

Seberapa lama aktivitas fisik dilakukan

T — Type (Jenis)

Apa aktivitas yang dipilih (seperti berjalan cepat, mengayuh sepeda, atau mendaki)

 

Pedoman olahraga dan aktivitas fisik bagi penderita kanker

  • Penderita kanker yang mengalami anemia berat (kekurangan sel darah merah) masih boleh melakukan aktivitas fisik, namun tidak boleh melakukan olahraga hingga anemia teratasi.
  • Penderita kanker dengan fungsi kekebalan tubuh yang rendah atau sehabis menjalani transplantasi sumsum tulang tidak boleh ke gym (gedung olahraga) dan kolam renang umum sampai sel darah putih (leukosit) pasien kembali berada dalam kadar aman.
  • Penderita kanker yang merasa sangat lemas akibat terapi kanker, tetap harus melakukan olahraga ringan setiap harinya kira-kira 10 menit.
  • Penderita kanker yang menjalani terapi radiasi sebaiknya menghindari paparan klorin (misalnya dari kolam renang)
  • Penderita kanker dengan gangguan saraf kemungkinan mengalami kesulitan menggerakkan otot-ototnya sehingga berpotensi cedera saat aktivitas fisik. Kesulitan ini dapat diatasi dengan melakukan aktivitas fisik yang tidak terlalu berat, seperti mencuci pakaian (jika kelemahan pada kaki) dan berjalan-jalan (jika kelemahan pada tangan).

 

Pedoman yang dibuat oleh American College of Sports Medicine (ACSM) atau perkumpulan kedokteran olahraga Amerika menyatakan bahwa orang dewasa yang berusia 18–64 tahun harus melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang dengan total minimal 150 menit tiap minggu, intensitas berat dengan total minimal 75 menit tiap minggu, atau kombinasi keduanya. Sebaiknya juga dilakukan aktivitas peregangan otot yang melibatkan otot-otot besar, seperti lengan dan kaki, minimal dua hari tiap seminggu sekali. Tiap sesi dilakukan setiap hari selama 10 menit.

 

Tabel 2 Perbedaan aktivitas fisik intensitas sedang dan berat

Aktivitas Fisik Intensitas Sedang

Aktivitas Fisik Intensitas Berat

Anda dapat berbicara saat melakukannya, namun tidak dapat bernyanyi

Anda hanya dapat mengucapkan beberapa kata saat melakukannya

Contoh: berdansa, bersepeda pada tanah yang datar, mencabut rumput, berjalan cepat

Contoh: tarian aerobik, bersepeda dengan kecepatan lebih dari 16 Km/jam, mencangkul, dan mendaki

 

Hubungan aktivitas fisik dengan obesitas pada penderita kanker

Obesitas atau kelebihan berat badan meningkatkan risiko kambuh dan tingkat kematian, serta menurunkan kelangsungan hidup penderita kanker. Pada penderita kanker usus besar misalnya, data penelitian yang ada menunjukkan bahwa pasien obesitas akan menyebabkan kelangsungan hidup lebih rendah sekitar 20% daripada yang tidak obesitas. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa menjaga berat badan tetap ideal dapat menurunkan risiko kanker, kambuh, dan juga penyakit lainnya, seperti diabetes melitus (kencing manis).

 

Yoga dan taici pada penderita kanker

Yoga dan taici meningkatkan kesehatan psikologis, seperti gelisah, depresi, dan stres, yang sering dialami penderita kanker. Kombinasi yoga dan taici dengan aktivitas fisik dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita kanker, tetapi masih perlu dibuktikan melalui penelitian lebih lanjut.

 

Peran aktivitas fisik terhadap kanker

  1. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, obesitas dapat meningkatkan risiko kanker. Dengan melakukan aktivitas fisik rutin dan cukup, diharapkan berat badan ideal dapat tercapai.
  2. Aktivitas fisik dapat menurunkan risiko kambuhnya kanker, serta meningkatkan kualitas dan kelangsungan hidup. Manfaat ini telah diteliti oleh banyak penelitian yang membandingkan antara penderita kanker yang melakukan aktivitas fisik dan tidak melakukan aktivitas fisik.
  3. Meningkatkan motivasi penderita kanker untuk menjalani terapi.
  4. Mengurangi depresi dan menjaga kekuatan otot.
  5. Mencegah risiko penyakit jantung, diabetes melitus, dan penyakit lainnya.

 

Kabar baiknya, tidak ada kata terlambat untuk memulai aktivitas fisik sebagai rutinitas sehari-hari. Cara memulai aktivitas fisik:

  1. Rencanakanlah aktivitas fisik dengan ahli kanker atau tim pelayanan medis.
  2. Mulailah dengan pelan, misalnya berjalan atau mengayuh sepeda statis beberapa menit dahulu setiap hari, baru ditingkatkan durasi, frekuensi, dan intensitasnya setelah terbiasa.
  3. Lakukan aktivitas fisik pada lingkungan yang aman (tidak di jalan raya atau dataran tinggi yang berbahaya).
  4. Jika membutuhkan dorongan, carilah kelas aktivitas fisik yang memiliki instruktur olahraga atau ahli terapi kanker.
  5. Jika memiliki kemajuan, lakukan jenis aktivitas fisik yang berbeda-beda.
  6. Jadikanlah aktivitas fisik sebagai kebiasaan.